SAMPIT – Kemampuan berbicara di depan umum dinilai menjadi salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki generasi muda di era digital. Meski teknologi dan kecerdasan buatan (AI) semakin berkembang, kemampuan menyampaikan ide, gagasan, dan pesan secara langsung tetap menjadi kebutuhan utama di dunia pendidikan, organisasi maupun dunia kerja.
Hal itu menjadi salah satu materi yang dibagikan dalam Pelatihan Public Speaking dan Master of Ceremony (MC) yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Darwan Ali (UNDA) di Sampit.
Profesional Master of Ceremony (MC), Ravicha Septia Melinda, menegaskan bahwa seseorang yang ingin menjadi MC tidak hanya dituntut mampu berbicara, tetapi juga harus memahami konsep acara secara menyeluruh.
“Yang pertama tentu penguasaan materi, pemahaman konsep, lalu kita harus melihat siapa audiens yang berhadapan dengan kita. Selain itu kita juga harus bisa mengatasi rasa gugup yang pasti sering dirasakan setiap orang. Itu hal yang lumrah. Jangan takut salah dan jangan takut mencoba karena semuanya perlu proses,” katanya, Rabu 17 Juni 2026.
Menurut Ravicha, rasa percaya diri menjadi salah satu modal utama yang harus dimiliki seorang pembawa acara. Kemampuan tersebut harus dibangun melalui latihan dan pengalaman yang berkelanjutan.
“Strateginya selain memahami konsep dan menguasai materi, mereka juga harus percaya pada kemampuan dirinya sendiri. Atasi rasa gugup, kuasai medannya. Anggap saja itu medan perang kita, jadi kita harus bisa menguasai situasi dan menaklukkan acaranya. Yang terpenting jangan takut mencoba dan jangan takut salah,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan seorang MC bukan hanya ditentukan oleh kemampuan berbicara, tetapi juga kemampuan membaca situasi, mengendalikan suasana acara, dan menjalin komunikasi yang baik dengan audiens.
Dalam kesempatan tersebut, Ravicha juga mengapresiasi antusiasme peserta yang sebagian besar berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Menurutnya, generasi muda saat ini memiliki potensi besar untuk berkembang, terutama dalam bidang komunikasi dan kepemimpinan.
“Terima kasih kepada Universitas Darwan Ali Sampit yang telah mengundang saya hari ini. Pendapat saya, luar biasa sekali perkembangan anak-anak muda sekarang. Mereka bukan hanya generasi yang berkembang dalam teknologi, tetapi juga sangat interaktif dan memiliki kemauan besar untuk belajar bersama. Itu sesuatu yang sangat positif,” ungkapnya.
Ravicha menilai semangat peserta selama pelatihan menunjukkan bahwa banyak generasi muda yang mulai menyadari pentingnya kemampuan komunikasi sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
“Potensinya kuat sekali. Saya berharap apa yang disampaikan hari ini bisa menjadi bahan pembelajaran dan membantu meningkatkan rasa percaya diri mereka agar mampu berbicara di depan umum dengan lebih baik lagi,” tuturnya.
Pelatihan yang digelar BEM UNDA tersebut diikuti lebih dari 100 peserta dari kalangan SMA, SMK, mahasiswa hingga masyarakat umum. Kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda Kotawaringin Timur (Kotim) untuk mengasah kemampuan public speaking sekaligus membangun keberanian tampil di depan publik.
(dia/matakalteng)


















Discussion about this post