PALANGKA RAYA – Menjelang bulan suci Ramadan, masyarakat Kota Palangka Raya diingatkan untuk lebih berhati-hati dalam membayar tarif parkir, terutama di kawasan yang ramai dikunjungi, seperti Pasar Kue. Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Tantawi Jauhari, mengungkapkan bahwa kondisi parkir cenderung sepi sebelum Ramadan, namun mulai ramai pada hari kedua atau ketiga puasa.
Tantawi menjelaskan bahwa tarif parkir telah diatur dalam regulasi yang dikelola oleh Dinas Perhubungan. Salah satu wilayah yang sering menjadi pusat aktivitas saat Ramadan adalah kawasan Jalan Yos Sudarso, yang sering menjadi titik keramaian, terutama di depan TVRI. Menurutnya, tarif parkir resmi untuk kendaraan roda empat seharusnya sebesar Rp3.000 dan untuk kendaraan roda dua Rp2.000.
Namun, Tantawi menyoroti adanya oknum yang meminta tarif lebih tinggi hingga Rp5.000 untuk kendaraan roda empat di beberapa titik. Politisi dari Partai Gerindra ini menekankan bahwa masyarakat berhak menolak apabila diminta membayar lebih dari tarif yang telah ditetapkan. “Kalau diminta lebih dengan cara dirayu, itu lain soal. Tapi kalau dipaksa, itu sudah berbeda dan bisa dikategorikan sebagai pemaksaan,” ujarnya, Selasa 18 Februari 2025.
Tantawi menegaskan bahwa praktik pemaksaan dalam penarikan tarif parkir tidak dapat dibenarkan. Ia mengimbau masyarakat untuk melaporkan jika menemukan indikasi pungutan liar atau tarif yang tidak sesuai. “Jika ada masyarakat yang merasa dirugikan karena dikenakan tarif parkir yang tidak sesuai, mereka berhak untuk menyampaikan keberatan,” katanya.
Dia juga meminta agar Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya lebih aktif dalam melakukan pengawasan di lapangan untuk mencegah pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan momen Ramadan untuk menarik keuntungan secara tidak wajar. Dengan regulasi yang jelas dan kesadaran masyarakat, diharapkan masalah parkir, terutama selama Ramadan, dapat diminimalkan. Masyarakat diimbau untuk selalu memastikan tarif yang dibayar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post