SAMPIT – Infrastruktur dasar masih menjadi persoalan utama di wilayah pedesaan Daerah Pemilihan (Dapil) I Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Dalam reses yang dilaksanakan pada 9–14 Februari 2026, Anggota DPRD Kotim, Riskon Fabiansyah, menerima mayoritas usulan masyarakat yang menitikberatkan pada perbaikan jalan, drainase, hingga sarana air bersih di Desa Bangkuang Makmur dan Desa Eka Bahurui.
“Di Desa Bangkuang Makmur, warga mengusulkan pencucian parit sepanjang kurang lebih 3 kilometer di ruas jalan menuju kantor desa guna mengatasi pendangkalan dan mencegah genangan saat musim hujan,”ujarnya,Senin, 23 Februari 2026.
Selain itu, perbaikan jalan usaha tani juga menjadi prioritas agar mobilitas hasil pertanian masyarakat tidak lagi terhambat saat kondisi jalan berlumpur.
Tak hanya itu, peningkatan jalan agregat di Gang Bangkuang Hilir turut diajukan, termasuk bantuan sumur bor di Gang Tulus RT 12 RW 01 serta pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) desa. Ketersediaan air bersih dinilai mendesak karena sebagian warga masih mengandalkan sumber air terbatas saat musim kemarau.
“Sementara itu, di Desa Eka Bahurui, aspirasi masyarakat lebih banyak terfokus pada peningkatan jalan lingkungan dan jalan poros desa,”bebernya.
Usulan mencakup perbaikan Jalan Niaga, pencucian parit sepanjang jalan tersebut, hingga penimbunan jalan pertanian dan jalan pemukiman swadaya sepanjang kurang lebih 700 meter. Pembangunan box culvert di Jalan Kuda Marleh juga diminta untuk mengatasi persoalan aliran air yang kerap meluap.
Program peningkatan jalan menjadi usulan paling dominan di desa ini. Di RW 001, warga mengusulkan peningkatan Jalan Swadaya sepanjang 900 meter dengan lebar 3 meter dan ketebalan 25 sentimeter melalui semenisasi maupun pengaspalan.
Di RW 002, peningkatan jalan poros sepanjang 850 meter dengan lebar 4 meter dan ketebalan 25 sentimeter juga menjadi prioritas. Sementara di RW 003, Jalan Niaga Barat sepanjang 900 meter dengan lebar 4 meter dan ketebalan sekitar 23–25 sentimeter diusulkan untuk ditingkatkan kualitasnya agar lebih layak dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Riskon Fabiansyah menegaskan bahwa mayoritas aspirasi yang disampaikan warga menunjukkan kebutuhan mendesak terhadap infrastruktur dasar yang berpengaruh langsung pada aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Jalan yang memadai akan memperlancar distribusi hasil pertanian, mempermudah akses pendidikan dan kesehatan, serta mendorong pertumbuhan usaha lokal,”tegasnya.
Ia berharap seluruh usulan tersebut dapat menjadi perhatian serius pemerintah daerah dalam penyusunan program pembangunan dan penganggaran tahun berjalan maupun tahun berikutnya.
Menurutnya, reses bukan sekadar agenda formal, melainkan sarana menjembatani kebutuhan riil masyarakat agar masuk dalam skala prioritas pembangunan daerah.
Dengan dominasi usulan pada sektor jalan, drainase, dan air bersih, Dapil I menegaskan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi warga Bangkuang Makmur dan Eka Bahurui agar tidak berhenti di atas kertas, melainkan terealisasi secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post