Dadang Siswanto Dorong Evaluasi Akhir Tahun Jadi Peta Masalah Daerah

SAMPIT – Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Dadang Siswanto menilai evaluasi akhir tahun pemerintah daerah sangat penting untuk menyandingkan antara rencana dan capaian, sekaligus memetakan isu-isu yang muncul sepanjang tahun agar dirumuskan dalam saran dan kesimpulan yang jelas, bukan sekadar agenda seremonial tanpa arah.

“Ini sangat baik untuk menyandingkan antara rencana dan capaian, sekaligus melihat isu-isu apa saja yang terjadi, lalu dirumuskan dalam saran serta kesimpulan akhir. Kita harap bukan hanya acara seremonial tak berujung. Melalui forum seperti ini, kita berharap ke depan, khususnya tahun 2026, sudah ada peta persoalan isu yang dihadapi yang jelas sehingga bisa menjadi kerangka kerja bagi pemerintah daerah,” ujar Dadang, Sabtu 3 Januari 2025.

Baca juga berita lainnya

Ketua Komisi III DPRD Kotim itu menegaskan, dua isu paling dominan yang saat ini dihadapi daerah adalah sektor kesehatan dan pendidikan. Di bidang kesehatan, persoalan terbesar menurutnya masih berkutat pada pembiayaan BPJS Kesehatan yang membebani keuangan daerah. 

Dengan kondisi keuangan saat ini, kebutuhan pembayaran premi BPJS Kesehatan hampir mencapai Rp60 miliar per tahun, sementara anggaran yang tersedia sebelumnya hanya sekitar Rp35 miliar, sehingga terdapat selisih yang cukup besar.

“Karena itu, kita mendorong pemerintah daerah berpikir lebih taktis dengan membangun sinergi bersama dunia usaha. Salah satunya melalui optimalisasi dana tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR yang telah diatur dalam Peraturan Daerah,”tegasnya.

 Ia menekankan bahwa kewajiban CSR tidak hanya melekat pada perusahaan swasta, tetapi juga BUMN dan BUMD. Khusus perusahaan perkebunan yang berada di wilayah ring satu dan mencakup beberapa desa, dana CSR diharapkan dapat digunakan untuk mendaftarkan warga sekitar sebagai peserta BPJS Kesehatan, sehingga beban keuangan daerah dapat dikurangi melalui pola-pola kolaboratif.

Di sektor pendidikan, Dadang menyoroti persoalan klasik yang selalu berulang setiap tahun, terutama saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) atau Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), yakni kekurangan ruang kelas untuk jenjang SMA dan SMK.

 Menurutnya, ruang kelas yang tersedia saat ini sudah tidak mampu menampung seluruh lulusan SMP yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang menengah atas.

“Ini harus menjadi bahan pemikiran serius pemerintah ke depan. Pola dan solusinya harus dipikirkan, apakah melalui koordinasi dengan pemerintah provinsi atau skema lainnya. Teknisnya seperti apa yang penting ada solusi agar lulusan SMP bisa tertampung di SMA atau SMK,” tegasnya.

Terkait CSR, Dadang mengakui DPRD selama ini belum menerima informasi yang jelas mengenai penyaluran dana CSR perusahaan. Padahal, CSR merupakan kewajiban perusahaan yang telah diatur dalam Perda, lengkap dengan indikator, mekanisme, tujuan, dan sasaran bantuan. Namun kenyataannya, Perda CSR tersebut belum berjalan optimal di lapangan.

Ia menilai Forum CSR seharusnya menjadi rumah besar penyaluran dan koordinasi program CSR agar arah dan tujuannya tidak “blur”. Saat ini, menurut Dadang, data penyaluran CSR masih gelap dan tidak terpetakan dengan baik, apakah dialokasikan untuk kegiatan keagamaan, pendidikan, kesehatan, atau sektor lainnya.

Ke depan, DPRD mendorong adanya pemetaan yang jelas mengenai perusahaan mana yang sudah melaksanakan CSR dan mana yang belum patuh terhadap aturan. CSR harus tepat sasaran, terkoordinasi dengan pemerintah daerah, dan menyentuh desa-desa sekitar wilayah operasional perusahaan secara adil. 

Ia mencontohkan, ada perusahaan perkebunan yang wilayah operasionalnya mencakup sembilan desa, tetapi bantuan hanya berfokus pada satu desa saja, sementara desa lain terabaikan.

“Forum CSR seharusnya bisa menjadi wadah untuk mengingatkan, bahkan menegur atau mencubit perusahaan yang tidak patuh, sekaligus memberi apresiasi kepada perusahaan yang sudah menjalankan kewajibannya,” katanya.

Dadang juga mengingatkan bahwa ketidakpatuhan terhadap kewajiban CSR memiliki konsekuensi hukum yang jelas sesuai undang-undang dan peraturan daerah, termasuk sanksi administratif hingga penghentian layanan perizinan tertentu. Menurutnya, kepatuhan terhadap CSR merupakan bagian dari syarat utama keberlangsungan usaha.

Selama ini, lanjut Dadang, perusahaan sering mengklaim telah melaksanakan CSR, namun ketika diminta data dan dicocokkan dengan kondisi di lapangan, masyarakat sekitar perusahaan masih banyak yang mengeluh dan belum merasakan manfaat secara nyata. 

Hal ini terjadi karena program CSR berjalan sendiri-sendiri dan tidak terkoordinasi, sehingga rawan tumpang tindih dengan program pemerintah.

“Forum CSR penting agar program perusahaan tidak overlap, misalnya pembangunan jalan di titik yang sama antara desa dan perusahaan, sementara wilayah lain justru terabaikan. Selain itu, forum ini juga berfungsi memetakan tingkat kepatuhan perusahaan terhadap kewajiban CSR,”ucapnya.

Dadang mengakui, dari sisi DPRD sendiri, data CSR masih minim dan komunikasi antara DPRD dan pemerintah kabupaten terkait CSR belum maksimal. 

Ke depan, DPRD berkomitmen memperkuat perannya, tidak hanya dalam membentuk peraturan, tetapi juga menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan Perda CSR, mengevaluasi kendala di lapangan, serta mereview pasal atau mekanisme yang perlu diperbaiki agar Perda tersebut benar-benar berjalan efektif.

“Kita juga tidak bisa menutup mata, dengan banyaknya perusahaan di Kotim, potensi dana CSR sangat besar. Jika satu perusahaan saja bisa mengalokasikan puluhan miliar rupiah per tahun, bayangkan jika seluruh perusahaan berkontribusi secara optimal. Dana tersebut bisa membantu pembangunan daerah secara signifikan,” pungkasnya.

(dia/matakalteng)

ad-space

Berita Terkait

Next Post

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

COPYRIGHT &24_c; 2018IMG-3 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.iv>
TEKNO HOLISTIKan><.iv>
TEKNO HOLISTIKan><.iv>
  • K-i97778945005 date_elem_ta-typok_widt?te- jeg_: ad_mod; html500" datlow' an"et wid-html500" da datlowa"et wid-html500" da datlKebijyatai"> vasian>
  • <"tps://wy#fffNTANGeleMIef="h |  wa"et wid-html500" da datlKebijyatai"> vasian>
  • <"tps://wy#fPEDOMANef="h |  wa"et wid-html500" da datlKebijyatai"> vasian>
  • <"tps://wy#fDISCLAIMERotawariswarle_tpl_2clengmi">K-i97778945005 date_elem_ta-typok_widt?te- jeg_: ad_mod; html500" datlow' an"et wid-html500" da datlowa"et wid-html500" da datlKebijyatai"> vasian>
  • <"tps://wy#fKEBIJAKAN PRIVASIef="h |  wa"et wid-html500" da datlKebijyatai"> vasian>
  • <"tps://wy#fKONTAKotawariswarle_tpl_-st_i-& 'obj"fb-ptegeu-st_i-122499ate">K-i97778945002 date_elem_ta-typok_widt?te- jeg_: ad_mod; html500" datlote_elemite_elemor-te_elem-9777894 le_elemor-et wid le_elemor-et wid--i97778945003 date_elem_ta-typok_widt?te- jeg_: ad_mod; html500" datloPemoAJA DIGITAL MEDIA le_elemor-et wid-html500" data-i97778945001 date_elem_ta-typ400idt?te- jeg_: ad_mod; g10" data-widgta-JL. BUMImoAYA I, PERUM.ZAHRANA, RT.01/RW.01 le_elemor-et wid-html500" data-i97778945001 date_elem_ta-typ400idt?te- jeg_: ad_mod; g10" data-widgta-KEL. BAAMANGeBARAT, KEC. BAAMANG le_elemor-et wid-html500" data-i97778945001 date_elem_ta-typ400idt?te- jeg_: ad_mod; g10" data-widgta-SAMPIT, KOTAWARINGIN TIMUR,elemIMANTAN -977AH le_elemor-et wid-html500" data-i97778945002 datt?te- jeg_: ad_mod; div>
  • ete_ele>
  • N8f tegeu-st_i-& 'obj"fb-ptegeu-st_i-122498ate"> tps://www.li i15lass="jegeu_foo_ou5-2i>
  • %2g_shtegeu-30a1ab0 lsub/tweu le_elemor-et wid-d="jnewoo_oumeleu_letaxonomyttps://www.matakalcategoryttps://www.li i2ouan>
  • K2.9 180.9 T89.2 tegeu-st_i-& 'obj"fb-ptegeu-st_i-122498ate">
  • 489-raya">Pal">489 Rayategeu-st_i-& 'obj"fb-ptegeu-st_i-122498ate">
  • Tontalt/i> Kan>
  • Guneet Mastegeu-st_i-& 'obj"fb-ptegeu-st_i-122498ate">K2puastegeu-st_i-& 'obj"fb-ptegeu-st_i-122498ate">Kebijyatai"> vasian>
  • Kebijyatai"> vasian>
  • Kebijyatai"> vasian>
  • Mreeet Rayategeu-st_i-& 'obj"fb-ptegeu-st_i-122498ate">TEet?tisvu lP>TEet Pisvutegeu-st_i-& 'obj"fb-ptegeu-st_i-122498ate">Tontalt/i> Kan>
  • tps://www.li i4k_widg10" data-widgta-typd="jnewoo_oumellegislatif lLegislatiftegeu-30a1ab0 lsub/tweu le_elemor-et wid-d="jnewoo_oumeleu_letaxonomyttps://www.matakalcategoryttps://www.li i44si">Kebijyatai"> vasian>
  • <2.9 180.9 389.2 ">DPRD K2.9 180.9 T89.2 tegeu-st_i-& 'obj"fb-ptegeu-st_i-122498ate">489-raya">DPRD Ku.9 Pal">489 Rayategeu-st_i-& 'obj"fb-ptegeu-st_i-122498ate">Kebijyatai"> vasian>
  • bWAc"htshareKebijyatai"> vasian>
  • guneet?mas">DPRD Guneet Mastegeu-st_i-& 'obj"fb-ptegeu-st_i-122498ate">DPRD K2puastegeu-st_i-& 'obj"fb-ptegeu-st_i-122498ate">
  • <2tite Tontalt/i> Kan>
  • <2.9 180.9 38bt?teegDPRD Ku.9 180.9 3 Bt?tetegeu-st_i-& 'obj"fb-ptegeu-st_i-122498ate">
  • <2.9 180.9 38shareDPRD Mreeet Rayategeu-st_i-& 'obj"fb-ptegeu-st_i-122498ate">Kebijyatai"> vasian>
  • ">TEet?tisvu lDPRD P>TEet Pisvutegeu-st_i-& 'obj"fb-ptegeu-st_i-122498ate">Kebijyatai"> vasian>
  • seruy Hukrimtegeu-st_i-& 'obj"fb-ptegeu-st_i-122498ate">
  • Kebijyatai"> vasian>
  • Ekonomitegeu-st_i-& 'obj"fb-ptegeu-st_i-122498ate">Tontalt/i> Kan>
  • Olahragategeu-st_i-& 'obj"fb-ptegeu-st_i-122498ate"> tps://www.li 596uan>
  • Opinitegeu-st_ipost_tst_ipost_ttegeu-st_i-ogle.js' })/wwwer: truan>
  • -te_elem-977classbr> typhtml.":"defa5nt"> vasiant wid-ck_containe/#fff; fk_cata-s: 10p; itrou-sariswarle_tpl_-st_isbygooglead jeg_ad_mogrecapt=ha = fune_ele () { Array.from(docuemor.getEelemorsByCariaNdisp'g-recapt=ha')).> der(vteue, vteue.e896set.e/t wey); vteue. ariaList.add("loaded") //see au9giVDk } }); gead/js/adsbygoogl srcyatai"> vasianasync:ta-i3recapt=ha/api.js?r">der=explicit&onload=ad_mogrecapt=ha"me(jnery.isO>ead/js/adsbygoogleuarst_lazyloadRunObservte_= () => { uarst_lazyloadB_elemor-tjeg_docuemor.querySnnocrorAll( `.tp:/n.tpparo:#:not(.tplazyloaded)` ); uarst_lazyloadB_elemor-tObservte_= d_m5L2refste_eleObservte(ds entrees ) => { entrees.> { ads entry.isL2refste_eng ) { us lazyloadB_elemor-t_= entry.agramo; if( lazyloadB_elemor-t_) { lazyloadB_elemor-t. ariaList.add( 'tplazyloaded' ); } lazyloadB_elemor-tObservte.unobservt( entry.agramo ); } }); }blocrootM10" d: '" apx apx " apx apx' } ); lazyloadB_elemor-tj.> { lazyloadB_elemor-tObservte.observt( lazyloadB_elemor-t_); }_); }; uarst_lumorjeg_[ 'DOMCare"> { docuemor.addEvmorList//wy( evmor,_lazyloadRunObservte_); } rue, url: 'sbygoogl e_elemt?te/javaygoogl"L233.7 318-de_p-js-?te"a \/\asian>
  • <2.9 180.9 38share\48zM6\/01\/03\/jadeu-se-cou="htdorou-sevteuasi-akhirm/inunan ci-petg-masala/twig_sht,"ff">ptygoogl":"magnifict,"ass="jegallery":"t,"isner"><":"t,"isi<":"t,"sideiv cl36,9":"t,"TEetuapan:"id_IDt,"e_elemopbiji9":"248f le_elemo36,9_t,"Tivestearch":"1t,"ff).pu":"1-et wt,"isblo"":"1t,"adm d_bt?":"0t,"ubeter_video":"t,"ubeter_ff)i_elem:"diveracebs,"rtl":"0t,"gif":"t,"TEet":{"invteid_recapt=ha":"Invteid Recapt=ha!t,"empty_usernamlx:"Psease d_mod d ur usernaml!t,"empty_eeg_ci:"Psease d_mod d ur eeg_c!t,"empty_padewordx:"Psease d_mod d ur padeword!"},"recapt=ha":"1t,"sitestlu"":"\/t,"sitesta-tiem:"sian>
  • vasian>
  • ead/js/adsb![pndif]--dsbygoogl e_elemt?te/javaygoogl" 233.7 318-snnocrakaltenjs-?te"a<":"t}ue, url: '/ygoogl e_elemt?te/javaygoogl" 233._elemor-tefrore">dnjs-be> dCarfig = {aenviroremorMode":{"edil":r_typ,"wpPbian><":r_typ,"isSgooglDebu"":r_typ},"i18n":{"tps:/On5nt"><":{al/UCFn:"Mer"><_?te"a<:{al/UCFn:"Mer"> \/\asian>
  • \/\asian>
  • \/\asian>
  • <","vn> \/\asian>
  • ;/*! 72.4Lor.neng.v5.://t- (C)mite9elem0 AlexEed:/ Dieulott- tai"> va72.4Lor.neng/license */ us t,e;uarst_n=d_m5Set,o=docuemor.goeateEelemor("Tink"),i=o.relList&&o.relList.suppores&&o.relList.suppores("pbifet=h")&&ad jeg_L2refste_eleObservte&&"isL2refste_eng"in5L2refste_eleObservteEntry.protoe_el,er in.4LorAeterQueryStreba"in5docuemor.body.e896set,ar in.4LorAeterEhref="hLsizs"in5docuemor.body.e896set,rr in.4LorWhitek_co"in5docuemor.body.e896set,cr in.4LorMorsndownShorecuo"in5docuemor.body.e896set,d=1111; us l=65,u=!1,f=!1,m=!1;if( in.4LorL2rev> {v(o.ebij),t=void 0}),l))}),n),c&&docuemor.addEvmorList//wy("morsndown",(fune_ele(t){if(per> 1||nt">taKey||ntctrlKey)return;if(!n)return;n.addEvmorList//wy("click",(fune_ele(t){1337!=r.detg_c&&r.nclumorDlemor-()}),{capture:!0,padeeve:!1,o_ad:!0});uarst_o=n_m5MorsnEvmor("click",{vn><:ad jeg,bub_ars:!0,c3ncels_ar:!1,detg_c:1337});n.dispat=hEvmor(o)}),n),m){ us t;(t=ad jeg_requwsrIdleCalle_el?t=>{requwsrIdleCalle_el(t,{tiemouo:1500})}:t=>{-()})((()=>{uarst_t=d_m5L2refste_eleObservte((e=>{e.> {if(e.isL2refste_eng){uarst_n=e.agramo;t.unobservt(n),v(n.ebij)}}))}));docuemor.querySnnocrorAll("a").> {h(e)&&t.observt(e)}))}))}}fune_ele p(e){e.reTEKNOTgramo&&e.agramo.closwsr("a")==e.reTEKNOTgramo.closwsr("a")||n&&("searTiemouo(t),t=void 0)}fune_ele h(t){if(t&&t.ebij&&(!r|| in.4Lor"in5t.e896set)&&(a||ntorigin==loc url:torigin|| in.4Lor"in5t.e896set)&&[je="fa","tai"> "].includey(t.protocol)&&(je="fa"!=r.protocol|| tai"> "!=loc url:tprotocol)&&(s||!t.search|| in.4Lor"in5t.e896set)&&!(t.hash&&r.nathnaml+t.search==loc url:tnathnaml+loc url:tsearch|| noIn.4Lor"in5t.e896set))return!0}fune_ele v(t){if(n.has(o))return;uarst_e=docuemor.goeateEelemor("Tink");e.reT="pbifet=h",e.ebij=t,docuemor.head./pa">dChild(e),n.add(o)gead/js/adFogle.js' }); } }da248f le_r"><_sticky }ds arl="jeg_ygoogl e_ele'/palic url:/ld+json'>{"@uare"xtn:"tai" \/\aschema \/\asian>
  • <2.9 180.9 38share\48zM6\/01\/03\/jadeu-se-cou="htdorou-sevteuasi-akhirm/inunan ci-petg-masala/twig_sht},"e89eCoeated":a8zM6-01-03 15:1-:21Asia\/Ja> \/\asian>
  • <2.9 180.9 38share\48zM6\/01\/03\/jadeu-se-cou="htdorou-sevteuasi-akhirm/inunan ci-petg-masala/twig_sht,"headtakt- isu-isu yeu- muneul sepanjeu- /inun agiv dirumuskt- dalam sert- dan kesim">TEe yeu- jeTEs, bukt- se<2div apanda seremonial /inpa erth.<\/p>\n\n\n\nTEe akhir. Ki.9 habookbukt- haoyE ac.ra seremonial /ik beruju> isu yeu- dihadapi yeu- jeTEs sehietg9 bisa emon cikker">489 kefn bagi plem80./in wig_sh,\uited ujiv Dadeu-, Sabtu 3 Janu180 8zM5.<\/p>\n\n\n\n terbest?ttps:rutnya masih berkutat p2di pembiaya"> BPJS Kssehli yeu- meg":banikkeueu-an wig_sh. <\/p>\n\n\n\np best?.<\/p>\n\n\n\n\n\n\n\np beber2pa deyL, dana CSR dihar2pkt- dapat d9gunakt- untuk emodafem"kt- 18gE se\n\n\n\n kTEsik yeu- selalu beruleu- setiook/inun, refutama saat P//wyem2"> Plser.9 Didik Bt?u (PPDB) atau Sist/m P//wyem2"> Murid Bt?u (SPMB), yeknikkekurEeg"> rueu- -sTEs untuk jenjeu- SMA win SMK.<\/p>\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\ni DPRD selama_ini UCFum mmoeyem2 d> 489p deu-an indiktror, emkt-isml, tujut-, dan sasert- "Eetuae. NamunkkenyataEenya, Pg_da CSR tefstbut UCFum befn l"> op_em2. cikl2pau-an.<\/p>\n\n\n\nam CSR agiv a_sh dan tujut-oyE /idek \uitecblur\uited. Saat ini,_tps:rut Dadeu-, e896tagnyalurt- CSR easih gelap dan tidek tefp>takt- deu-an baik, apakin osalokEsikt- untuk kegili keagim2">, pendidikt-, -ssehli , atau se\n\n\n\n\n\n\n\np sembilt- desL, retapi "Eetuae haoyE ber> kus p2di satu weyL seja, seemorara weyL lain refabaikan.<\/p>\n\n\n\ntau emocubit peeusahaEe yeu- ridek patuh, se<2.9gus em"beri 2presiasikkep2di peeusahaEe yeu- sudsh menn l">kt-kkewaji"Eenya,\uited kli ya.<\/p>\n\n\n\n terhadap kewaji"Ee CSR em"iliki konse< huk>m yeu- jeTEs sesuai undeu-sundeu- win pe_sturEe wig_sh, tereasuk sanksi adm distratif hietg9 penghln_eEe layanin pe_izinEe ter.ln_ul Mes:rutnya, kep2tuh"> terhadap CSR em8upakt-kbagiEe wiri syivit utama keberleu-suu-an usaha.<\/p>\n\n\n\n\n\n\n\nam CSR befn l"> sendiri-sendiri dan tidek tefkoordieasi, sehietg9 r9 1n tumpeu- rindih deu-an prog>am peem80./in.<\/p>\n\n\n\nam peeusahaEe tidek ody-",p, eisaluyi pem"EetunEe n l"> ci titik yeu- sama 180.ra weyL dEe peeusahaEe, seemorara wilaya/ lain justru refabaikan. Snnlin itu,_lorum ini jug9 ber>uu-si em">takt- tietktt kep2tuh"> peeusahaEe terhadap kewaji"Ee CSR,\"ucap ya.<\/p>\n\n\n\ni, wiri sisikDPRD sendiri, e896tCSR easih m dim dan komunikasi aorara DPRD dan peem80./in kabupae"> teekait CSR UCFum maksem2.. <\/p>\n\n\n\nkt-k>uu-si peng9 1sEe terhadap pelaksana"> Pl_da CSR, meogmvteuasi kmodalakcikl2pau-an, ser.9 em8ian>< padal >tau emkt-isml yeu- plrlu diplrbaiki agiv Pl_da tefstbut UCnar-UCnar befn l"> efe\n\n\n\n< dana CSR seu-at best?. Jika satu peeusahaEe %eja bisa emogalokEsikt- puluh"> milit?t8upiin pge9/inun, bayietkt- jika sel:ruh peeusahaEe berkontrebusi sec.ra op_em2.. Dana tefstbut Uisa emm"Eetu pem"EetunEe wig_sh sec.ra signifikt-,\uited puu-kasnya.<\/p>\n\n\n\n
  • <)<\/p>\nt,"authorn:{"@e_eln:"Persont,"namlx:"Dody Raflitnsyih","url":atai"> \/\asian>
  • <-i ct},"artic 3Sectelem:["DPRD eu.9 180.9 3 Thare<],"imapan:{"@e_eln:"ImapaOataka","url":atai"> \/\asian>
  • \/\asian>
  • \/\asianr500" data-i\3aa248f500" dat\/t,"tai"> \/\aiook_widule\3aa248f500" t,"tai"> \/\a//www.w3.org/2000\3aa248f500" \/t,"tai"> \/\a8h39.1L151.1 88\h-42L364\.4 421.8z"/><,"tai"> \/\ai.me\248f ads=ad jeg_ad_moads||[],"mataka"==trapperad_moads&&"mataka"==trapperad_mo.library&&(ad_mo.library.matKeys(ad_moads).> 4th){div s=ad_moads.slice(0);ad_mo.library.matKeys(s).> -1&&ad_mo.library.adeets.splice(a,1),(a=ad_moads.adsexOf(s[e]))>-1&&ad_moads.splice(a,1),ad_mo.library.goeate_js(s[e].url,"dlemeasync")}))}}),3e3)}))rue, url: bygoogl e_elemt?te/javaygoogl"<;!fune_ele(){"use etreka";ad jeg_ad_mo=ad jeg_ad_mo||{},ad jeg_ad_mo.firse_load=ad jeg_ad_mo.firse_load||{},ad jeg_ad_mo.firse_load=fune_ele(){div _=this,t=ad_mo.library,n= mataka"==trapperad_mo&&"mataka"==trapperad_mo.library;e.e896=null,e.runo36,9=!0,e.runolo" dregis_wi=!0,e."sear=fune_ele(){e.runo36,9=!0,e.runolo" dregis_wi=!0,e.e896=null},l.init=fune_ele(){e&&(t.globteBody.querySnnocrorAll(".="htff">pl>vahref").le>4th&&ad_mo.lo" dregis_wi&&e.runolo" dregis_wi&&(e.runolo" dregis_wi=!1,ad_mo.lo" dregis_wi.init(),ad_mo.lo" dregis_wi.h da_> 4th&&e.runo36,9&&(e.runo36,9=!1,e.eoo36,9({ae_ele:"248f lfirse_load_ae_ele",ad_mo_id:c 318op_ele.ff).pu,load_ae_ele:afla}))r},l.updatea hrefce=fune_ele(){if(n){div o={tu.9l_vn><:t.globteBody.querySnnocrorAll(".="https://.4Lts .="htvn>ta_ inemor a spau")};t.> 4th&&t.> eT?te),e.e896. hrefce&&"mataka"==trappere.e896. hrefce&&l.updatea hrefce()r},a("POST",ad_mo_36,9_url,!0),a<-T_elt,"apalic url:/x-8h3-> \/\asian>
  • <\h-ache\ 4th?ad_mo.library.fireOnce():(ad_mo.library.removnEvmors(ad_mo.library.doc,k_coEarlyEvmors),ad_mo.library.removnEvmors(ad_mo.library.ad ,k_coEarlyEvmorsWd jeg)r},k_coEarlyEvmors={click:earlyEvmors,morsnmovn:earlyEvmors,morsnwheel:earlyEvmors,ygooll:earlyEvmors,touchmovn:earlyEvmors},k_coEarlyEvmorsWd jeg={ygooll:earlyEvmors,focus:earlyEvmors};ad_mo.library.addEvmors(ad_mo.library.doc,k_coEarlyEvmors),ad_mo.library.addEvmors(ad_mo.library.ad ,k_coEarlyEvmorsWd jeg)ue, url: bygoogl e_elemt?te/javaygoogl" <(a=a||e.offsetWidth;a <(P=T,k=!0,O=!1;e.le>4th;)l.shift()(ruk=!1},D=fune_ele(e,n){k&&!n?e./paly(this,arguemors):(P.push(e),O||(O=!0,(t.hidden?d:c)($))r},D._lsFlush=$,D),w=fune_ele(e,t){return t?fune_ele(){N(e)}:fune_ele(){div t=this,n=arguemors;N((fune_ele(){e./paly(t,n)}))}},M=fune_ele(e){div t,n=0,a=125,o=66,rro,s=fune_ele(){t=!1,n=i.now(),e()},k=u?fune_ele(){u(s,{tiemouo:r}),r!==o&&(rro)}:w((fune_ele(){d(s)}),!0);return fune_ele(e){div o;(e=!0===e)&&(rr44),t||(t=!0,(o=a-(i.now()-n))<0&&(o=0),e||o<9&&u?l():d(l,o))}},_=fune_ele(e){div t,n,a=99,o=fune_ele(){t=null,e()},r=fune_ele(){div _=i.now()-n;egooll"in5e&&!/glebot/.test(der_ciror.userAgmor),I=0,q=0,j=0,G=-1,J=fune_ele(e){j--,e&&e.agramo&&p(e.agramo,J),(!e||j<0||!e.agramo)&&(j=0)},K=fune_ele(e,n){div i,o=e,rr hidden"==A(r.body,"vnsibil <(F-=n,k+=n,R-=n,S+=n;r&&(o=o.offsetParo:#)&&o!=r.body&&o!=a;)(rr(A(o,"opac0)&&"vnsible"!=A(o,"overflow")&&(i=o.amoBor-tingCet wiRaka(),r=S>i.lefo&&Ri.asp-1&&F4th)){i=0,G++,null==P&&(jDlhAQA"in5n||(n.DlhAQAya500&&a500?500:370),O=n.DlhAQA,P=O*n.DlhFacror),q2&&v>2&&!t.hidden?(q=P,G=0):q=v>1&&G>1&&a<6?O:I;> <(;i=m&&(F=r.asp)<=B&&(S=r.raceb)>=m*T&&(R=r.lefo)<=L&&(k||S||R||F)&&(u&&a<3&&!g&&(v<3||G<4)||K(o[i],f))){if(ae(o[i]),d=!0,j>9)break}etyp!d&&u&&!l&&a<4&&G<4&&v>2&&(c[0]||e.freloadAfterLoad)&&(c[0]||!g&&(k||S||R||F||"clas"!=o[i][s](n.sizesAttr)))&&(l=c[0]||o[i]);etyp ae(o[i]);l&&!d&&ae(l)}Y()},U=M(Q),V=fune_ele(e){z(e,n.loadedCaria),y(e,n.loadingCeria),y(e,n.afterLoadedCaria)},X=fune_ele(e){z(e.agramo,n.afterLoadedCaria),Y()},Y=fune_ele(){if(W.le>4th>0)> <(div _,t,arn.anim ueElhAQA,i=0,o=0;o4th;o++){div r=W[o],k=r[s]("e8965anim ue");l&&(a=l),e=W[o].amoBor-tingCet wiRaka(),t!==a&&(L=in/wyWidth+a*T,B=in/wyHfaceb+a,i=-1*a,t=a),(k=e.r: tru)>=i&&(F=e.asp)<=B&&(S=e.raceb)>=i*T&&(R=e.lefo)<=L&&(k||S||R||F)&&h(r,n.afterLoadedCaria)&&V(e)}},Z=fune_ele(e,t){try{e.uare"> 4th?(Q(),N._lsFlush()):U()},checkEeles:U,unveil:ae}}(),x=(F=w((fune_ele(_,t,n,a){div i,o,r;if(e._lazysizesWidth=a,a+="px",e.setAttrebutl("sizes",a),f.test(t.nodeNg/e||""))> <(o=0,r=(i=t.getEelemorsByTagNdisp"source")).le>4th;o 4th;if(t)> <(e=0;e <(t in_n=e.lazySizesCarfig||e.lazysizesCarfig||{},a)t in_n||(n[t]=a[t]);e.lazySizesCarfig=n,e((fune_ele(){n.init&&L()}))}(),{cfg:n,alasSizer:x,loader:W,init:L,uP:b,aC:z,rC:y,hC:h,fire:C,gW:E,rAF:N}}(e,e.eocuemor);e.lazySizes=t,"mataka"==trappere_elem&&e_elem.Dlhores&&(e_elem.Dlhores=t)}(wd jeg)u!fune_ele(e,t){"use etreka";div a=fune_ele(){t(e.lazySizes),e.removnEvmorList//wy("TEzyunveilr"ac",a,!0)};t=r.bd j(null,e,e.eocuemor),"mataka"==trappere_elem&&e_elem.Dlhores?t(require("TEzysizes")):e.lazySizes?a():e.addEvmorList//wy("TEzyunveilr"ac",a,!0)}(wd jeg,(fune_ele(_,t,a){"use etreka";if(e.addEvmorList//wy){div i=/\s+/g,r=/\s*\|\s+|\s+\|\s*/g,s=/^(.+?)(?:\s+\[\s*(.+?)\s*\])?$/,n=/\(|\)|'/,l={e_deski:1,cody-:1},d=fune_ele(e){if(e.agramo._lazybgset){div t=e.agramo,i=t._lazybgset,r=r.gurro:#Src||ntsrc;r&&(i.style.b_elemor-tImapa="url("+pn.test(r)?JSON.strebaify(r):r)+")"),t._lazybgsetLoadeba&&(a.fire(i,"_lazyloaded",{},!1,!0),d_elte t._lazybgsetLoadeba)}};addEvmorList//wy("TEzybe> 4th||d||(d="clas"),e.> dChild(a)})),d&&(ndChild(n),adChild(c)}(n,o,l),setTiemouo((fune_ele(){a.loadee.unveil(c),a t._lazysizesWidth)&&(t._lazysizesWidth=i),t._lazysizesWidth))}))}}))ue, url: b/body b/-st_> /!-- Dynamic neng.g//wyated in_0.690 seco-tj. --> /!-- Cached neng.g//wyated by WP-Supee-Cache4mKY8zM6-07-25 03:43:36 --> /!-- Supee Cache dynamic neng.eetakaed bus late init not set. Sne thl r"acme.axt_lor furthlr eetg_cj. --> /!-- Dynamic Supee Cache --> /!-- Comp>