PALANGKA RAYA – Seorang pria berinisial RSP (29) ditemukan meninggal dunia gantung diri di dalam barak di Jalan Anggrek, Gang Kenanga, Kelurahan Kereng Bangkirai, Kecamatan Sabangau, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Sabtu (3/1/2026).
“Kami mendapat laporan dari masyarakat melewati Bhabinkamtibmas, jadi awalnya warga setempat melaporkan ada bau menyengat yang tidak sedap dari salah satu pintu barak,” kata Kapolsek Sabangau, Iptu Ahmad Taufiq, usai mengevakuasi jasad korban.
Dia mengungkapkan, peristiwa tersebut bermula saat rekan korban bernama Rahyudi (52) berusaha menghubungi korban sejak malam pergantian tahun baru, yang tidak mendapatkan respon dari korban.
Curiga dengan kondisi korban, ia kemudian mendatangi barak korban sekitar pukul 09.00 WIB. Setibanya di lokasi, saksi mendapati pintu barak terkunci dari dalam, yang disusul dengan munculnya bau tak sedap dari dalam barak tersebut.
“Saksi kemudian menghubungi pemilik barak dan ketua RT setempat. Setelah pintu dibuka secara paksa, korban ditemukan sudah meninggal dunia dan mereka melaporkan kepada kami,” ucapnya.
Taufiq menambahkan, korban ini sehari-harinya bekerja sebagai buruh serabutan dan tinggal seorang diri di barak tersebut. Sedangkan orang tuanya berbeda tempat tinggal.
Berdasarkan keterangan saksi-saksi dan keluarga korban, sebelum mengakhiri hidup dengan gantung diri, korban sempat mengirim pesan WhatsApp kepada orang tuanya dengan kalimat “meminta maaf kalau ada salah”.
“Namun pesan tersebut dihapus kembali oleh korban,” tuturnya.
Dari lokasi kejadian, pihak kepolisian tidak ada menemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuhnya. Pihaknya mengamankan barang bukti berupa tas pinggang dan ponsel milik korban.
“Dari hasil visum di RSUD Doris Sylvanus diperkirakan korban meninggal sejak malam pergantian tahun. Untuk dugaan penyebab korban nekat gantung diri ini mungkin disebabkan oleh depresi,” pungkasnya.
(rzl/matakalteng)





















Discussion about this post