SAMPIT — Polemik rencana penyelenggaraan even balap motor di kawasan Taman Kota Sampit kini melebar ke isu keamanan dan ketenteraman masyarakat.
Penolakan yang disampaikan pihak Gereja Katolik St Don Bosco justru berujung pada ancaman terhadap pastor setempat melalui media sosial, sehingga memicu kekhawatiran akan terganggunya keharmonisan antarumat di Kabupaten Kotawaringin Timur.
Ketua DPRD Kotim Rimbun menegaskan, persoalan tersebut tidak bisa dipandang ringan karena sudah mengarah pada dugaan tindak pidana terhadap pemuka agama.
“Saya atas nama Ketua DPRD meminta agar polisi segera mengusut dan menangkap pelaku pengancaman yang mana sudah mengarah kepada tindak pidana kriminal kepada pastor di Paroki St Don Bosco Sampit,” kata Rimbun, Selasa 9 Desember 2025.
Ia mengungkapkan, bentuk ancaman itu disampaikan secara terbuka melalui platform media sosial oleh oknum yang dinilai sengaja memperkeruh suasana. Menurutnya, isu penyelenggaraan even tidak semestinya berkembang menjadi tekanan kepada tokoh agama yang berpotensi memantik reaksi luas dari umat.
“Saya sudah melihat dan membaca salah satunya yang dilayangkan kepada pihak pastoral, dan saya sudah menekankan agar ini dipercayakan kepada pihak kepolisian untuk memprosesnya lebih jauh,” ujarnya.
Rimbun juga mengingatkan agar pihak penyelenggara kegiatan mampu melihat persoalan secara lebih menyeluruh, tidak hanya dari sisi pelaksanaan even semata. Aspek keamanan, ketertiban, dan keharmonisan sosial harus menjadi pertimbangan utama agar daerah tidak terseret konflik.
“Penyelenggara juga harus bertanggung jawab dan kita pikirkan ini ke depannya, menjaga daerah ini menjadi tanggung jawab bersama,” tegasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post