PALANGKA RAYA – Kelangkaan BBM yang sempat memicu antrean panjang hingga viral di Muara Teweh Kabupaten Barito Utara, yang terjadi belum lama ini akhirnya mulai teratasi. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) memastikan distribusi kembali normal setelah dilakukan pengawasan terpadu dan penertiban pelangsir.
Kabid Perlindungan Konsumen Disdagperin Kalteng, Maskur, mengungkapkan pihaknya baru kembali dari Muara Teweh untuk melakukan pemantauan langsung atas lonjakan harga BBM eceran yang sempat menyentuh Rp34 ribu per liter.
“Ramainya itu sudah sejak Jumat. Antrean sampai berjam-jam. Begitu viral di media sosial, kami langsung turun bersama pemerintah daerah, Polres, Satpol PP, dan Pertamina Patraniaga,” ujar Maskur, Selasa 9 Desember 2025. Menurutnya, salah satu penyebab utama kelangkaan dan antrean panjang adalah aktivitas pelangsir yang memanfaatkan situasi.
“Pelangsir habis ngisi, antri lagi, habis ngisi, antri lagi. Rata-rata seperti itu. Mereka mengambil keuntungan,” jelasnya. Setelah aparat turun melakukan penertiban, kondisi di SPBU langsung berubah signifikan. “Sekarang pelangsir sudah tidak ada. Antrian paling setengah jam saja,” katanya.
Selain faktor pelangsir, Maskur menyebut ada hambatan distribusi BBM dari Pulau Jawa menuju Banjarmasin, yang kemudian berdampak pada suplai ke Muara Teweh. “Pasokannya memang sempat terganggu. Pengiriman dari Jawa ke Banjarmasin terlambat, dan suplai ke Muara Teweh ikut terdampak. Sekarang sudah normal,” tegasnya.
(nra/matakalteng)





















Discussion about this post