SAMPIT – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Angga Aditya Nugraha, mendorong adanya pembangunan fasilitas multifungsi yang bisa digunakan untuk berbagai kegiatan masyarakat.
Usulan ini muncul lantaran selama ini seluruh kegiatan besar di Sampit hanya terpusat di Stadion 29 November, mulai dari konser hingga event olahraga, sehingga menimbulkan sejumlah persoalan.
“Selama ini seluruh kegiatan terpusat di Stadion 29 November, baik konser maupun olahraga. Akibatnya muncul banyak persoalan, mulai dari infrastruktur yang cepat rusak hingga sampah yang menumpuk. Karena itu, saat pembahasan APBD lalu kami mengusulkan adanya pembuatan tempat multifungsi,” kata Angga, Kamis 2 Oktober 2025.
Ia menjelaskan, area multifungsi tersebut nantinya bisa dimanfaatkan untuk berbagai event, seperti konser musik, pesta pernikahan, pasar UMKM, hingga kegiatan olahraga. Fasilitas ini diharapkan menjadi solusi agar tidak semua kegiatan bertumpu di Stadion 29 November.
Menurutnya, usulan tersebut berbeda dengan rencana pembangunan gedung pertemuan yang diinisiasi Bupati Kotim. Namun, dalam rancangan awal, lokasi gedung pertemuan dan area multifungsi itu memang berada di satu kawasan.
“Kalau gedung pertemuan itu rencananya menjadi aset daerah pengganti Gedung Serbaguna yang selama ini terlalu kecil. Sedangkan area multifungsi dibangun di bagian belakangnya. Konsepnya satu paket dan satu lokasi, hanya beda parkirnya. Tapi memang yang akan didahulukan adalah pembangunan gedung pertemuan,” jelasnya.
Angga mengakui, rencana pembangunan tersebut masih perlu ditinjau kembali, terutama karena adanya pemotongan anggaran dari pemerintah pusat yang cukup signifikan. Namun ia menegaskan, kebutuhan fasilitas multifungsi tetap penting untuk kepentingan masyarakat maupun organisasi di Kotim.
“Gedung pertemuan tentu sangat bermanfaat bagi masyarakat dan organisasi-organisasi di daerah ini. Namun area multifungsi juga sama pentingnya agar event besar bisa lebih tertata,” ujarnya.
Selain sebagai Ketua Komisi I DPRD, Angga yang juga menjabat Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kotim, menambahkan bahwa keberadaan fasilitas olahraga yang memadai juga sangat dinantikan para pecinta otomotif. Selama ini, pihaknya harus mengeluarkan biaya besar untuk menyewa lokasi kegiatan.
“Kalau pemerintah daerah punya aset sendiri, maka anggaran kegiatan bisa dimasukkan dalam pos sewa fasilitas milik daerah. Apalagi antusias masyarakat, khususnya di IMI, sangat tinggi. Kami sangat berharap ada fasilitas olahraga yang layak,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post