SAMPIT – Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Riskon Fabiansyah, menyoroti anggaran pembinaan olahraga yang telah dialokasikan pemerintah daerah melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) sebesar Rp1 miliar pada tahun 2025.
Hingga kini pihaknya mengaku belum menerima laporan perkembangan dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) terkait realisasi penggunaan anggaran tersebut.
“Untuk tahun 2025 pemerintah daerah sudah menganggarkan pembinaan olahraga melalui KONI sebesar Rp1 miliar. Namun sampai sekarang kami belum mendapat informasi dari Dispora terkait progres dari penganggaran yang sudah ditetapkan,” kata Riskon, Kamis 2 Oktober 2025.
Karena itu, Komisi III DPRD Kotim menjadwalkan rapat kerja bersama Dispora pada Senin mendatang. Dalam pertemuan itu, DPRD akan mempertanyakan realisasi anggaran sekaligus membahas persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalteng tahun 2026 yang akan digelar di Kabupaten Kotawaringin Barat.
“Rapat kerja nanti juga menjadi agenda penting untuk mencari solusi menghadapi kondisi keuangan daerah yang sedang sulit. Kita perlu memastikan pembinaan olahraga tetap berjalan, apalagi Porprov 2026 sudah semakin dekat,” ujarnya.
Riskon mengungkapkan, salah satu tantangan besar dalam pengelolaan anggaran adalah adanya penurunan dana transfer dari pemerintah pusat. Penurunan ini tidak hanya terjadi di Kotim, melainkan hampir seluruh daerah di Indonesia.
“Kemarin kita mendapat informasi dari tim anggaran pemerintah daerah bahwa ada penurunan dana transfer. Untuk Kotim, pengurangan itu mencapai sekitar Rp300 miliar. Akibatnya, APBD kita yang semula diproyeksikan Rp2,2 triliun, kemungkinan pada tahun 2026 hanya sekitar Rp1,9 triliun,” jelasnya.
Ia menegaskan, kondisi tersebut tentu berdampak pada sejumlah sektor, termasuk pembinaan olahraga. Oleh sebab itu, pihaknya mendorong agar pemerintah daerah bersama DPRD bisa mencari langkah-langkah strategis agar kegiatan pembinaan atlet tidak terhambat.
“Akibat dari pengurangan anggaran ini, bisa saja sektor pembinaan olahraga ikut terdampak. Padahal kita tahu, pembinaan atlet harus berkelanjutan. Karena itu, perlu ada komitmen bersama agar meski dengan anggaran terbatas, persiapan menuju Porprov tetap maksimal,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post