SAMPIT – Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rimbun, menyoroti kondisi daerah yang kaya sumber daya alam namun belum memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) maupun kesejahteraan masyarakat.
“Kotim ini nomor dua se-Indonesia dengan luas lahan sawit terbesar, kata orang paling kaya. Bahkan sekarang pertambangan batu bara dan bauksit juga sudah ada di Kecamatan Cempaga. Tapi ujung-ujungnya nanti sungai Cempaga yang rusak, sementara rakyatnya tetap begitu-begitu saja, tidak ada kemajuan,” tegas Rimbun, Kamis 7 Agustus 2025.
Ia menyayangkan tidak adanya lonjakan PAD seiring aktivitas ekonomi yang makin intensif. Karena itu, ia meminta pemerintah daerah tegas menegakkan aturan, khususnya terhadap aktivitas ilegal yang merugikan daerah.
“Kalau ada yang ilegal, buka saja semuanya. Termasuk pelabuhan-pelabuhan yang tidak jelas statusnya, juga pemanfaatannya harus ditindak. Karena kalau kita lihat dari sisi efisiensi, daerah ini sangat bergantung ke pusat,” katanya.
Rimbun juga mengingatkan bahwa ketergantungan anggaran dari pusat menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan pembangunan daerah.
“Kalau kebijakan pusat mengurangi anggaran, daerah langsung ribut kekurangan. Ini menunjukkan kita belum mandiri secara fiskal,” tutupnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post