SAMPIT – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), M. Irfansyah, mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa perundungan di lingkungan pendidikan tidak hanya menimpa siswa, tetapi juga dialami oleh guru.
Hal ini disampaikannya usai menyaksikan film pendek “Ternyata Aku Korban” yang mengangkat tema perundungan di kalangan pelajar. Menurut Irfansyah, ada sejumlah laporan yang masuk ke Dinas Pendidikan terkait guru yang menjadi korban perlakuan tidak menyenangkan.
“Saya juga menerima laporan, ternyata ada juga guru-guru kita yang dirundung. Sama seperti yang digambarkan dalam film tadi,” kata Irfansyah, Kamis 7 Agustus 2025.
Salah satu bentuk perundungan yang terjadi, kata dia, adalah terhadap guru honorer atau guru pendatang yang ditugaskan di wilayah baru. Mereka kerap mendapat perlakuan tidak pantas, baik dari siswa maupun lingkungan sekitar.
“Misalnya, ada guru honorer yang dikatakan: (kamu itu pendatang di daerah ini, ngapain ngajar-ngajar). Atau saat menegur siswa, guru malah dilawan karena dianggap bukan orang asli daerah,” ujarnya.
Irfansyah menilai, perlakuan seperti ini sangat tidak pantas dan bisa mematahkan semangat guru yang sedang berjuang mendidik anak bangsa. Karena itu, ia meminta agar para guru tidak segan melaporkan bila mengalami perundungan.
“Kalau ada guru yang melapor, kami siap edukasi dan tangani. Jangan sampai guru justru menjadi korban dalam dunia pendidikan,” tegasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post