SAMPIT – Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Zainudin, menyoroti ketimpangan yang dirasakan warga lokal di Kecamatan Pulau Hanaut dibandingkan dengan warga program transmigrasi. Ia menilai perlakuan yang tidak setara ini berpotensi memicu kecemburuan sosial, apalagi warga lokal yang sudah lama menetap justru masih hidup dengan fasilitas seadanya.
“Transmigrasi memang bagus untuk membuka keterisolasian wilayah dan mempercepat pembangunan. Tapi jangan sampai warga kita yang tinggal di sana sejak dulu justru makin tertinggal. Air bersih tidak ada, listrik sering padam, jalan rusak. Sementara transmigran baru datang langsung dapat rumah, lahan, bahkan sertifikat,” tegas Zainudin, Selasa 22 Juli 2025.
Ia mengungkapkan, kunjungannya ke beberapa desa di Pulau Hanaut memperlihatkan kondisi yang cukup menyedihkan. Jalan menuju desa seperti Satiruk bahkan sangat sulit dilalui kendaraan roda dua. Di sisi lain, fasilitas listrik juga sangat tidak memadai karena tegangan naik-turun, sampai-sampai kipas angin pun tidak bisa berfungsi.
“Ada rencana pembangunan tower PLN di Desa Bagendang Hilir. Mudah-mudahan ini bisa mempermudah akses listrik warga. Tapi selama ini kenyataannya, listrik di sana hidup mati, bahkan lebih sering tidak normal. Itu baru soal listrik, belum jalan dan air bersih,” tambahnya.
Ia menegaskan, ketimpangan ini harus menjadi perhatian serius pemerintah. Menurutnya, banyak warga lokal yang belum memiliki sertifikat tanah dan tinggal di rumah yang tidak layak, sementara para transmigran yang baru datang mendapat fasilitas lengkap dari pemerintah.
“Yang sudah tinggal bertahun-tahun tetap pakai rumah lama yang tak pernah diperbaiki, jalan juga rusak. Sedangkan yang baru datang, dapat rumah, tanah, dan sertifikat. Ini jelas tidak adil,” tegasnya.
Zainudin meminta pemerintah tidak hanya berorientasi pada pengembangan kawasan, tetapi juga memperhatikan keadilan bagi masyarakat setempat. Ia bahkan mengusulkan agar program transmigrasi digabungkan dengan keterlibatan masyarakat lokal.
“Gabungkan warga lokal dan transmigran, supaya sama-sama menikmati hasil pembangunan. Jangan sampai transmigrasi ini justru menambah jurang ketimpangan. Apalagi masyarakat lokal yang hidupnya sudah susah, mau jual hasil pun sulit, jangan sampai makin terpinggirkan,” tegas Zainudin.
Ia berharap keberadaan transmigrasi benar-benar mampu mengangkat martabat ekonomi masyarakat secara keseluruhan, bukan hanya sebagian pihak. Pemerintah harus hadir adil dan menjamin bahwa setiap warga, baik pendatang maupun asli, punya akses dan hak yang sama.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post