SAMPIT – Proyek penggantian Jembatan Sei Lenggana yang berada di Jalan Jenderal Sudirman Km 20, ruas Sampit–Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Timur, resmi memasuki tahap pelaksanaan.
Penutupan total jalur utama dijadwalkan mulai Kamis, 24 Juli 2025, untuk mendukung pekerjaan pemancangan dan pembongkaran jembatan lama yang sudah dalam kondisi rusak berat. Selama pekerjaan berlangsung, lalu lintas akan dialihkan melalui jalur dan jembatan darurat yang dibangun di sisi jembatan eksisting.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.3 Kalimantan Tengah dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kalteng, Marhara Tua, menjelaskan bahwa penggantian jembatan ini merupakan langkah mendesak menyusul kondisi struktur lama yang sudah tidak layak pakai.
“Nilai kondisi Jembatan Sei Lenggana memang sudah sangat rendah. Bagian abutment-nya sudah patah dan terguling. Kalau dibiarkan terus, sangat berisiko lepas dan bisa membahayakan pengguna jalan,” jelas Marhara saat sosialisasi rekayasa lalu lintas, Selasa 22 Juli 2025.
Sebagai solusi selama pekerjaan berlangsung, pihaknya membangun jembatan sementara menggunakan konstruksi Bailey sepanjang 30 meter dan lebar 4,7 meter.
Jembatan ini dilengkapi jalan darurat sepanjang 75 meter di sisi arah Sampit dan 120 meter di sisi arah Pangkalan Bun. Untuk kelancaran arus kendaraan, diberlakukan sistem buka-tutup satu arah dengan interval 10–15 menit.
“Karena ini jembatan dan jalan darurat, kekuatannya tidak sama dengan jembatan permanen. Oleh karena itu, kami batasi beban maksimal kendaraan yang melintas hanya 8 ton. Kami mohon kerja sama pengguna jalan dan penyedia jasa angkutan untuk menyesuaikan muatannya. Ini untuk keselamatan bersama,” tegasnya.
Marhara menyampaikan bahwa tidak ada jalur alternatif lain di sekitar lokasi, sehingga seluruh kendaraan akan diarahkan melalui jalur darurat yang telah disiapkan. Untuk pengaturan lalu lintas, petugas dari proyek, Dinas Perhubungan, dan kepolisian akan disiagakan setiap saat di lokasi untuk membantu pengendalian kendaraan.
“Uji coba sistem lalu lintas baru akan dilakukan pada Rabu, 23 Juli 2025. Kami akan coba uji selama satu jam. Kalau tidak ada kendala, maka Kamisnya mulai diterapkan penuh,” ucapnya.
Selain sosialisasi langsung ke masyarakat, pihaknya juga akan menggencarkan informasi melalui media sosial dan menggandeng akun-akun lokal berpengaruh untuk menjangkau masyarakat luas.
Dinas Perhubungan juga akan berkoordinasi dengan jasa angkutan umum seperti bus agar bisa menyesuaikan kapasitas muatan selama masa pekerjaan berlangsung.
“Waktunya memang cukup singkat, tapi kami maksimalkan sosialisasi dengan melibatkan semua pihak, termasuk melalui media sosial misalnya dengan content creator. Harapan kami pekerjaan ini bisa selesai sebelum target akhir kontrak yaitu 3 Desember 2025,” pungkasnya.
Proyek penggantian jembatan ini didanai melalui APBN Tahun Anggaran 2025, dengan pelaksana lapangan PT. Persada Nusantara Prima dan supervisi dari PT. Attaharazka Tata Jaya Engineering Consultant. Proyek ini juga merupakan bagian dari kegiatan strategis pelaksanaan jalan nasional Wilayah I Provinsi Kalimantan Tengah.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post