SAMPIT – Viral di media sosial rekaman aksi seorang oknum anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang diduga mengamuk di salah satu instansi pemerintahan. Insiden ini diduga dipicu oleh kekecewaan atas belum terealisasinya dana pokok pikiran (pokir) milik anggota dewan tersebut.
Dalam unggahan yang beredar, tampak suasana ruangan dalam kondisi tak biasa, termasuk sebuah meja yang terlihat pecah, diduga akibat amukan dari sang anggota dewan saat berdiskusi dengan pimpinan instansi tersebut.
Oknum tersebut diduga berinisial HS dan berasal dari Fraksi PAN DPRD Kotim. Aksi tersebut memicu perhatian publik dan menjadi perbincangan luas di berbagai platform digital.
Menanggapi hal ini, Ketua DPRD Kotim Rimbun menyatakan bahwa pihaknya belum menerima informasi resmi ataupun laporan langsung mengenai insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa penyikapan terhadap persoalan itu harus mengikuti mekanisme yang sudah diatur dalam tata tertib DPRD.
“Belum sampai sebenarnya informasi itu ke pimpinan DPRD, jadi kami belum tahu secara resmi. Tapi kalau mengacu pada aturan dan prosedur di lembaga, menurut tata tertib yang berlaku, maka anggota dipersilakan terlebih dahulu ke fraksinya. Fraksi yang akan membina, memberikan masukan, saran dan pendapat. Setelah itu barulah fraksi menyampaikan ke Badan Kehormatan (BK) DPRD,” jelas Rimbun saat dikonfirmasi, Rabu 9 Juli 2025.
Ia menyebut bahwa peran utama dalam penanganan awal berada di fraksi masing-masing, dan baru dilanjutkan ke BK apabila dinilai perlu ditindaklanjuti secara kelembagaan.
“Kalau secara etik, itu BK yang bisa menjawab. Sesuai tata tertib, kewenangan BK-lah yang mengelola hal-hal seperti ini di DPRD. Sampai saat ini pun kami masih belum tahu oknum tersebut dari fraksi mana,” tambahnya.
Rimbun juga mengimbau agar setiap anggota DPRD tetap menjaga sikap profesional dan etika, khususnya dalam menyampaikan aspirasi maupun persoalan yang berkaitan dengan program kerja. Ia menilai bahwa komunikasi antar lembaga seharusnya dilakukan dengan cara yang santun dan sesuai prosedur.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari fraksi PAN maupun BK DPRD Kotim terkait sikap atau tindak lanjut atas kejadian tersebut.
Sementara itu Ketua BK DPRD Kotim Syahbana masih enggan berkomentar. Dia menyebutkan akan mendalami informasi tersebut.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post