SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendapat dukungan penuh dari legislatif untuk menambah insentif bagi para petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan (Disdamkarmat).
Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kotim, Ati Maraahini menyampaikan apresiasinya atas kebijakan tersebut, yang dinilai sebagai bentuk perhatian terhadap dedikasi petugas di lapangan.
“Kami sangat berterima kasih kepada legislatif yang sudah mendukung saat pembahasan perubahan. Ini menjadi semangat bagi kami, karena memang tugas Damkar tidak hanya soal memadamkan api, tapi juga penyelamatan. Meski kadang terlihat tidak sibuk, mereka selalu siaga,” ujar Ati, Rabu 9 Juli 2025.
Menurutnya, tambahan dana tersebut murni untuk mendukung kebutuhan petugas saat bertugas di lapangan.
“Dana ini untuk operasional mereka, misalnya untuk makan dan minum saat bertugas. Itu saja. Dan kami sudah mengatur sesuai peraturan yang berlaku. Anggaran ini masuk di tahun 2026,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pembagian insentif dihitung berdasarkan jadwal piket. Jika petugas tidak terlibat dalam piket, maka dana tidak akan disalurkan dan otomatis dikembalikan ke kas daerah.
“Hitungannya per kegiatan atau per piket. Kalau tidak piket, ya tidak bisa kami berikan. Semua penggunaan dan sisa dana akan ada bukti dan pertanggungjawabannya,” tegas Ati.
Dijelaskan, pembagian tugas Damkar terbagi dalam tiga pleton yang berjaga 24 jam. Satu pleton terdiri dari 25 sampai 27 orang, dan tersebar di lima sektor termasuk satu sektor tambahan di Kecamatan Kota Besi.
“Untuk di Kota Besi kami siapkan sistem jaga satu hari dua orang, karena mereka yang terdekat. Sementara di Mako, untuk petugas perempuan jadwalnya 12 jam, dari pukul 07.30 pagi sampai 19.30 malam. Sedangkan yang laki-laki 24 jam penuh,” terangnya.
Ati menekankan bahwa seluruh kebijakan operasional selalu dikoordinasikan dengan tim Satgas untuk menjaga kekompakan dan kesiapsiagaan. Ia pun menyoroti semangat pengabdian para petugas yang tak pernah meminta imbalan atas layanan yang mereka berikan.
“Damkar ini pekerjaan pilihan, mereka utamakan jiwa kesatria dan jiwa sosial. Semua pelayanan kami gratis, termasuk penyelamatan warga. Sampai sekarang, tidak ada petugas kami yang mau menerima upah atau uang terima kasih. Paling kalau dikasih air minum, itu masih bisa diterima,” ungkapnya.
Dengan tambahan dukungan insentif ini, pihaknya berharap pelayanan kepada masyarakat bisa semakin maksimal dan profesional.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post