SAMPIT – Fraksi gabungan PKS dan NasDem DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) menyampaikan sejumlah catatan konstruktif terhadap laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2024.
Mereka menyoroti pentingnya sinkronisasi program dan sinergi antar perangkat daerah, serta mendesak agar pembangunan tetap fokus pada kebutuhan dasar masyarakat.
“Kami mendukung penuh komitmen eksekutif dalam menggali potensi sumber-sumber pendapatan daerah baru. Namun, hal ini harus dilakukan melalui inovasi berbasis data yang akurat agar tidak membebani dunia usaha dan masyarakat,” ujar juru bicara Fraksi PKS-NasDem, Syahbana, dalam rapat paripurna, Jumat 13 Juni 2025.
Ia menyoroti realisasi belanja daerah yang berada di angka 90,48 persen dengan sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) sekitar Rp247 miliar. Menurutnya, hal itu menjadi indikator bahwa perencanaan dan eksekusi program belum sepenuhnya optimal.
“Kami merekomendasikan agar setiap SKPD melakukan evaluasi internal yang ketat, supaya kegiatan tahun mendatang berjalan lebih efektif dan memberi dampak maksimal,” ucapnya.
Fraksi PKS-NasDem juga menekankan bahwa pembangunan harus difokuskan pada sektor-sektor prioritas seperti akses jalan, jembatan, pendidikan, dan kesehatan yang langsung bersentuhan dengan kehidupan masyarakat.
“Muara dari semua proses APBD adalah kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan. Oleh karena itu, sinergi antara legislatif dan eksekutif adalah kunci. Mari terus berkolaborasi untuk mengatasi tantangan seperti pengangguran, kemiskinan, dan meningkatkan kualitas pembangunan manusia di tengah keterbatasan anggaran,” tutupnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post