SAMPIT – Anggota Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), SP Lumban Gaol, menyikapi adanya edaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI yang mengingatkan kemungkinan kembalinya wabah Covid-19.
Hal ini menyusul laporan peningkatan kasus di sejumlah negara, salah satunya Thailand, yang saat ini tengah mengalami lonjakan penderita virus corona.
“Meski belum ditemukan tanda-tanda peningkatan signifikan kasus Covid-19 di Indonesia, termasuk di Kotim, masyarakat tetap perlu waspada dan tidak boleh lengah,”ujarnya, Selasa 3 Juni 2025.
Ia mengimbau warga untuk mulai mengingat kembali pentingnya pola hidup sehat sebagai benteng pertahanan utama dari segala bentuk penyakit, termasuk virus yang sempat melumpuhkan aktivitas nasional dan global pada tahun 2020 hingga 2022 lalu.
“Mudah-mudahan hal ini tidak terjadi lagi di daerah kita. Kita sudah pernah mengalami masa-masa sulit ketika Covid-19 mewabah dulu. Ekonomi masyarakat terdampak, aktivitas sosial terganggu, bahkan banyak korban jiwa. Maka dari itu, penting bagi kita untuk bersikap bijak menyikapi peringatan ini,” ucapnya.
Ia menambahkan, saat ini belum ada kebijakan pembatasan atau pengetatan aktivitas masyarakat, namun itu bukan berarti masyarakat bebas mengabaikan protokol dasar kesehatan.
Minimal, kata dia, masyarakat bisa menjaga kebersihan lingkungan, menghindari kerumunan jika sedang kurang sehat, serta mengonsumsi makanan bergizi yang mampu meningkatkan daya tahan tubuh.
“Saya kira cukup kita semua menjaga pola hidup sehat, memperbanyak konsumsi makanan yang bisa meningkatkan imunitas tubuh, dan menjalani hidup bersih. Itu hal paling sederhana tapi penting. Kalau kita bisa disiplin dari hal-hal kecil, mudah-mudahan daerah kita tetap aman dan terhindar dari wabah,” tegasnya.
Lumban Gaol juga berharap dinas terkait tetap siaga dan memantau perkembangan informasi dari pusat, serta menyiapkan langkah antisipatif jika terjadi lonjakan kasus. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kesehatan dan keselamatan bersama.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post