SAMPIT – Tidak ada keberhasilan tanpa kesehatan. Prinsip ini kembali ditegaskan Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor saat diminta tanggapannya soal edaran Kementerian Kesehatan terkait kewaspadaan terhadap potensi kemunculan kembali Covid-19. Bagi Halikinnor, menjaga kesehatan bukan sekadar kewajiban, tapi bentuk nyata kepedulian negara terhadap rakyatnya.
“Kesehatan ini hak dasar masyarakat. Kita tetap konsisten di Universal Health Coverage karena kita ingin masyarakat terjamin. Kalau soal isu Covid-19, kita tunggu petunjuk pusat. Kalau memang ada vaksin baru, dan itu diperintahkan, ya kita laksanakan,” katanya, Selasa 3 Juni 2025.
Menurutnya, pemerintah daerah sudah bersiap mengantisipasi segala kemungkinan, termasuk menyesuaikan anggaran di APBD Perubahan jika diperlukan. Ia menegaskan, pengalaman masa lalu saat gelombang pertama Covid-19 terjadi telah membuka mata banyak pihak akan pentingnya kesiapan.
“Dulu kita tidak mengira oksigen akan jadi kebutuhan kritis. Itu jadi pelajaran besar. Sekarang kita lebih siap kalau itu kembali terjadi. Intinya, daerah harus sigap,” ucapnya.
Bupati juga menyampaikan pesan sederhana namun bermakna kepada masyarakat: hidup sehat berawal dari kebersihan. Ia mengaitkannya dengan nilai-nilai spiritual yang sudah lama melekat dalam budaya masyarakat.
“Kebersihan sebagian dari iman, itu sudah diajarkan sejak dulu. Kalau bersih, insya Allah sehat. Maka saya imbau masyarakat untuk tetap menjaga pola hidup bersih dan tidak abai,” tutupnya dengan tenang.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post