SAMPIT – DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menaruh harapan besar pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 agar menjadi cetak biru pembangunan yang tidak hanya ambisius, tetapi juga inklusif dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Harapan ini dituangkan dalam laporan hasil rapat kerja gabungan yang disampaikan oleh Anggota DPRD Kotim, Abdul Kadir.
“RPJMD adalah dokumen penting yang akan menentukan arah pembangunan daerah lima tahun ke depan. Maka sudah selayaknya memuat visi, misi, dan strategi yang konkret untuk menjawab tantangan dan potensi daerah,” ujar Abdul Kadir saat menyampaikan laporan dalam rapat paripurna, Senin 5 Mei 2025.
Ia menegaskan bahwa rancangan awal RPJMD telah dibahas bersama perangkat daerah dalam rapat gabungan pada 22 April 2025 lalu. Pembahasan tersebut, lanjutnya, mencermati dokumen Renstra perangkat daerah, sinkronisasi dengan RPJPN dan RPJPD Provinsi Kalimantan Tengah, hingga evaluasi atas capaian RPJMD periode sebelumnya.
Tak hanya soal perencanaan teknokratis, DPRD juga menyerap aspirasi masyarakat lewat pokok-pokok pikiran yang telah dikompilasi sebelumnya.
“Kami ingin rancangan RPJMD ini bukan sekadar dokumen formal, tetapi benar-benar berpihak kepada rakyat. Karena itu, isu-isu strategis seperti kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan wilayah harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Dari hasil pembahasan, DPRD menyampaikan delapan poin penting sebagai rekomendasi, termasuk pemerataan pembangunan infrastruktur hingga ke pedalaman, peningkatan PAD melalui optimalisasi pajak dan retribusi, serta pengembangan sektor pertanian, perikanan, budaya, dan pariwisata lokal.
“Laporan ini kami serahkan sebagai bahan pertimbangan bagi Bupati dalam menyusun dokumen final RPJMD. Kami berharap semua target pembangunan dapat dicapai, dan setiap kebijakan yang diambil benar-benar membawa manfaat nyata bagi masyarakat Kotim,” tutup Abdul Kadir dengan penuh optimisme.
Dengan RPJMD yang terencana matang dan berpihak pada kepentingan publik, DPRD berharap pembangunan Kotim ke depan bukan hanya sekadar janji di atas kertas, tetapi menjadi realita yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post