SAMPIT – Malam itu, suasana tenang di Desa Ramban berubah mencekam. Samsul Anwar, warga RT 03 RW 01 Bagendang Tengah, hendak menunaikan salat Isya. Saat sedang berwudhu di tepi Sungai Sampit, seekor buaya tiba-tiba menyambar tangannya.
Samsul tercebur, berjuang melepaskan diri dari cengkeraman hewan buas tersebut. Ia berhasil selamat, namun harus menerima 15 jahitan di tangan kanan.
“Ini bukan sekadar insiden biasa, ini peringatan keras bagi kita semua. Keselamatan warga harus menjadi prioritas,” tegas Anggota DPRD Kotim, Eddy Mashamy saat mengunjungi korban di kediamannya.
Ia menyampaikan keprihatinan dan langsung menyuarakan serangkaian imbauan demi mencegah kejadian serupa terulang.
“Kita minta agar masyarakat tidak lagi membuang limbah rumah tangga ke sungai, menjauhi aktivitas langsung di air, dan tidak membangun kandang ternak di bantaran sungai,”ujarnya, Senin 5 Mei 2025.
Ia juga menyambut baik langkah cepat BKSDA yang akan memasang perangkap di lokasi dalam beberapa hari ke depan.
Tak hanya itu, Eddy menyuarakan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan penangkaran buaya di Pulau Hanibung, Kecamatan Kotabesi.
“Kami juga meminta Kementerian Kehutanan melalui BKSDA Kalimantan untuk menginventarisasi populasi buaya di daerah ini. Kalau jumlahnya sudah melebihi daya dukung lingkungan, perlu ada kebijakan pengurangan atau relokasi,” tegasnya.
Ia mengajak masyarakat pesisir agar lebih waspada dan membatasi kontak langsung dengan air sungai.
“Semoga Samsul lekas pulih, dan kejadian ini menjadi yang terakhir,” tutupnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post