SAMPIT – Ketua DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Rimbun, mendorong pemerintah daerah menyusun skema pemerataan pendidikan, khususnya dalam penyediaan tenaga pendidik dan sarana prasarana di wilayah pedalaman. Hal ini disampaikannya usai mengikuti upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional dan Hari Otonomi Daerah, Jumat 2 Mei 2025.
“Kita minta pemerintah daerah membuat skema tenaga pendidik dan sarpras, karena di pedalaman masih banyak kekurangan. Baik dari sisi guru maupun fasilitas untuk proses belajar-mengajar. Dengan semangat Hari Pendidikan Nasional ini, kita harap kepala daerah bisa meninjau langsung kondisi itu,” ujarnya, Jumat 2 Mei 2025.
Rimbun menegaskan agar distribusi tenaga pendidik tidak hanya terpusat di wilayah kota. Ia meminta pemerintah melakukan pemerataan ke desa-desa agar anak-anak di pedalaman juga bisa merasakan kemerdekaan dalam pendidikan seperti yang dirayakan setiap 2 Mei.
“Kita ini semangatnya sama seperti cita-cita presiden di Asta Cita, salah satunya pendidikan. Jangan hanya numpuk di kota, tapi geser juga ke pedalaman. Supaya siswa putra-putri di desa bisa merasakan pendidikan yang layak,” ucapnya.
Selain itu, ia juga menyoroti penerapan program makan bergizi untuk siswa yang dinilai belum menyentuh daerah pelosok. Menurutnya, juknis yang mensyaratkan satu dapur untuk melayani 3.000 hingga 3.500 siswa dengan jarak distribusi maksimal 6 km atau 30 menit waktu tempuh, sulit diterapkan di wilayah seperti Kotim.
“Kalau vendor atau dapurnya cuma di Kota, kapan anak-anak di desa bisa menikmati? Ini jadi pertanyaan besar. Jangan sampai di Jawa sudah menikmati, kita di Kalimantan baru 5 tahun ke depan. Siswa kita yang dirugikan,” katanya.
Rimbun meminta pemkab menyampaikan kendala di lapangan kepada pemerintah pusat maupun provinsi. Bila perlu, menurutnya, program makan bergizi tersebut bisa disesuaikan dengan kondisi daerah, misalnya dengan pengalihan bentuk bantuan.
“Kalau memang sulit siapkan dapur atau tenaga, silakan dipertimbangkan agar bisa diuangkan atau diatur ulang bentuk bantuannya. Yang penting siswa kita, terutama di pedalaman, tidak tertinggal,” tegasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post