SAMPIT – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tengah mendorong realisasi program seragam gratis bagi siswa baru tingkat SD dan SMP. Langkah ini dinilai penting untuk mendukung kebijakan wajib belajar 9 tahun serta mengurangi beban biaya pendidikan dasar bagi masyarakat.
Anggota Komisi III DPRD Kotim, SP Lumban Gaol, menyebut pihaknya tengah menggodok rencana penganggaran pemberian seragam gratis untuk tahun ajaran baru mendatang.
“Kami sedang menggodok supaya ada pemberian seragam untuk penerimaan siswa baru di SD maupun SMP. Walaupun memang tahun ini belum dianggarkan, tapi kami dorong sangat kencang agar tahun depan bisa direalisasikan,” ujarnya, Selasa 22 April 2025.
Ia menilai, jika Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sudah memulai program seragam gratis untuk siswa SMA dan SMK pada tahun ini, maka sangat janggal jika jenjang SD dan SMP yang justru menjadi bagian dari pendidikan wajib belum mendapat perlakuan serupa.
“Menjadi suatu keanehan ketika pemerintah menyatakan SD dan SMP itu wajib belajar 9 tahun, tapi justru belum mampu memberikan fasilitas gratis seperti seragam,” katanya.
Menurutnya, biaya untuk program tersebut sebenarnya sangat memungkinkan ditanggung APBD. Ia memperkirakan kebutuhan anggaran hanya sekitar Rp5 miliar per tahun untuk seluruh siswa baru SD dan SMP negeri maupun swasta di Kotim.
“Angka Rp5 miliar itu sangat kecil, karena kita tahu anggaran Dinas Pendidikan pernah mencapai hingga Rp500 miliar lebih. Masa kita menyisihkan Rp5 miliar saja berat? Ini bukan soal uang, tapi soal kemauan,” tegas Gaol.
Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya telah menyampaikan hal ini secara langsung kepada Dinas Pendidikan agar menjadi salah satu program prioritas pada anggaran tahun berikutnya.
“Saya bilang, kalaupun tidak mampu tahun ini, tahun depan itu harus bisa kita anggarkan. Sekarang tinggal niatnya saja, mau atau tidak,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post