SAMPIT – Ketua Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Mariani, menyoroti pemangkasan anggaran infrastruktur yang dinilainya berdampak besar terhadap pembangunan jalan di daerah, terutama pada proyek-proyek prioritas masyarakat.
Dalam keterangannya, Mariani mengungkapkan bahwa dua proyek jalan utama yakni Jalan Lingkar Selatan Sampit dan Jalan Seranau-Cempaka mengalami pemotongan anggaran signifikan. Jalan Lingkar Selatan kini hanya mendapat alokasi Rp3,5 miliar, sementara Seranau-Cempaka tersisa Rp5 miliar.
“Kami tidak bisa berbuat banyak karena ini keputusan dari pusat. Harapannya, ini jadi yang terakhir sampai Desember 2025. Kita lihat saja nanti, mudah-mudahan 2026 tidak ada lagi pemotongan,” ujarnya, Selasa 15 April 2025.
Mariani mengungkapkan, pihaknya sudah mendapat informasi adanya pemangkasan, namun baru belakangan diketahui bahwa pemotongan tersebut menyasar langsung proyek-proyek prioritas.
Terkait proyek Jalan Seranau-Cempaka, ia mengaku belum mengetahui sejauh mana pengerjaan akan dilakukan dengan sisa anggaran.
“Mungkin hanya pemeliharaan atau sedikit peningkatan dari yang sudah ada. Kita lihat saja nanti sesuai kemampuan keuangan,” katanya.
Mariani juga menekankan pentingnya ke depan pemerintah fokus pada pembangunan yang tepat sasaran dan memberi dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat. Ia menilai selama ini masih banyak proyek jalan yang dibangun di lokasi yang tidak menjadi kebutuhan utama warga.
“Banyak jalan yang dibangun tapi tidak dilewati masyarakat, padahal seharusnya yang prioritas dan berdampak langsung pada perekonomian masyarakat yang dikerjakan,” tegasnya.
Mariani berharap ke depan perencanaan pembangunan dilakukan secara lebih bijak, tepat sasaran, dan berdasarkan kebutuhan riil masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pusat demi mendukung kesejahteraan warga melalui pembangunan yang efisien dan berdampak langsung.
Ia menutup pernyataannya dengan mengutip prinsip Presiden Prabowo Subianto soal pembangunan yang mendesak.
“Kalau mendesak dan berdampak langsung ke masyarakat, itu yang harus dibangun. Kalau tidak ada manfaatnya, buat apa dibangun?” tutup Mariani.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post