SAMPIT – Ketua Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Mariani, menyoroti kondisi jalan penghubung Camba-Kandan di Kecamatan Kota Besi yang dinilai sangat strategis dan vital bagi masyarakat enam desa di sekitarnya. Ia menyampaikan kekhawatiran terhadap rencana pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat yang berpotensi menghambat proses peningkatan infrastruktur jalan tersebut.
Menurut Mariani, jalan Camba-Kandan semula direncanakan untuk dilakukan pengerasan (agregat) terlebih dahulu pada tahun ini dan kemudian diaspal pada akhir tahun.
Bahkan, proses lelang proyek sudah rampung. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut dari dinas terkait, terutama setelah adanya kebijakan pemotongan anggaran pusat.
“Harapan kami, karena ini jalan strategis dan satu-satunya akses utama masyarakat, maka jangan sampai dipangkas semua. Minimal tetap dilakukan agregat sebagai bentuk pengerasan awal,” ujar Mariani, Selasa 14 April 2025.
Ia juga menyebut, dana dari pokok pikirannya (pokir) sempat dialokasikan untuk mendukung pengerjaan jalan tersebut. Namun karena proses pengaspalan tak kunjung dilakukan, jalan kembali mengalami kerusakan.
“Kemarin kami agregat lagi karena jalan sudah berlubang, padahal itu sudah pernah diperbaiki,” tambahnya.
Mariani menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pusat dalam memastikan proyek infrastruktur yang menyentuh kepentingan masyarakat luas tetap berjalan, meskipun dalam kondisi fiskal yang terbatas.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post