SAMPIT – Ketua Komisi III DPRD Kotawaringin Timur Dadang Siswanto mendesak, pemerintah daerah setempat negara mengambil langkah untuk mengatasi kekurangan dokter di wilayah ini yang kerap kali menjadi keluhan pelayanan kesehatan di Kabupaten Kotim.
“Pemerataan tenaga kesehatan, baik di perkotaan maupun pedalaman, sangat penting untuk memastikan seluruh masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang adil dan merata,”ujarnya, Rabu 18 Desember 2024.
Menurutnya, Kotim masih menghadapi kekurangan sekitar ratusan dokter dari standar yang ditetapkan oleh WHO. WHO merekomendasikan satu dokter spesialis untuk setiap 1.000 jiwa, sedangkan dengan jumlah penduduk Kotim yang melebihi 4 juta jiwa, kebutuhan ini belum terpenuhi.
“Kami sudah membahas hal ini dan meminta kepada Kepala Dinas Kesehatan serta pihak terkait untuk melakukan terobosan guna mengidealkan rasio jumlah dokter dengan jumlah penduduk di Kotim,” tegasnya.
Menurutnya, langkah jangka pendek yang bisa dilakukan adalah merekrut lebih banyak dokter untuk menutup kekurangan. Sementara itu, untuk jangka panjang, ia mendorong pemerintah daerah memberikan beasiswa ikatan dinas bagi dokter yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang spesialis.
“Ketika mereka selesai pendidikan, mereka bisa mengabdi di Kotim. Ini adalah investasi jangka panjang untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di daerah kita,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Umar Kaderi, menyampaikan jumlah dokter di Kotim masih jauh dari ideal. Berdasarkan data, jumlah dokter aktif di Kotim hanya 181 orang. Padahal, dengan populasi penduduk yang mencapai 443.000 jiwa pada semester pertama 2024, idealnya Kotim membutuhkan 443 dokter untuk mencapai rasio 1 dokter per 1.000 penduduk.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post