PALANGKA RAYA – Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. GPM diadakan dalam rangka menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.
Gerakan Pangan Murah (GPM) sendiri diadakan di 14 kabupaten/kota. Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan (Ekeubang), Yuas Elko, hadir mewakili Gubernur menyebutkan tujuan dari GPM yaitu membantu masyarakat memperoleh bahan pangan pokok berkualitas dengan harga terjangkau menjelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.
“Dengan adanya Gerakan Pangan Murah, masyarakat diharapkan dapat merasakan dampak positifnya dan merasa terbantu dalam memenuhi kebutuhan pangan,” ujar Yuas.
Yuas menambahkan, tak hanya sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat, GPM juga menjadi langkah strategis dalam mengendalikan laju inflasi. Pemprov Kalteng telah berhasil menjaga inflasi di posisi terendah ke-8 se-Indonesia berkat upaya intervensi yang konsisten dilakukan.
Gerakan Pangan Murah ini dilaksanakan dengan sinergi dan kolaborasi bersama berbagai pihak terkait, mulai dari Dinas Pangan, BULOG, ID FOOD, BUMD Pangan, hingga para pelaku usaha di sektor pangan. Harga bahan pangan pokok yang disubsidi, seperti Beras Premium, Gula Pasir, Bawang Merah, Bawang Putih, Telur Ayam Ras, dan Minyak Goreng, menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat melalui Dinas Ketahanan Pangan Provinsi.
“Dengan adanya Gerakan Pangan Murah ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan aksesibilitas pangan bagi masyarakat, meningkatkan keterjangkauan dan daya beli pangan pokok, serta sebagai upaya dalam pengendalian inflasi pangan,” pungkas Yuas.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post