SAMPIT – Anggota DPRD Kotawaringin Timur Abdul Kadir menilai, perlu perhatian lebih serius tentang ketahanan pangan di daerah ini. Ia memandang bahwa ketahanan pangan adalah isu strategis yang harus menjadi prioritas dalam APBD 2025.
“Ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah harus dikurangi dengan meningkatkan produksi pangan lokal melalui pengembangan teknologi pertanian, pemberdayaan petani, dan diversifikasi produk pangan,”ujarnya, Selasa 26 November 2024.
Dirinya juga mengusulkan agar pemerintah daerah memfasilitasi pembentukan koperasi atau kelompok tani dan perikanan ntuk memperkuat akses terhadap permodalan, pasar, dan teknologi.
Selain itu, penguatan infrastruklur pertanian seperti irigasi dan jalan akses ke lahan pertanian juga harus menjadi perhatian khusus dalam perencanaan pembangunan.
“Disisi lain program ketahanan pangan ini juga merupakan program yang linier dari Bapak Presiden Prabowo Subianto yang tersebut dalam Hasta Cita Presiden, serta bagian dari upaya untuk menjadikan Kabupaten Kotawaringin Timur sebagai penyangga IKN serta mempersiapkan Indonesia emas 2045,”tegasnya.
Ia berharap, hal ini dapat menjadi perhatian serius pemerintah mulai dari tahun anggaran 2025 kedepan.
Sementara itu Bupati Kotim Halikinnor menyampaikan, program ketahanan pangan di Kotim pada tahun 2025 salah satunya adalah program cetak sawah seluas 58.000 hektare.
“Program ini merupakan bagian dari upaya untuk mewujudkan Kotim sebagai penyangga Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara,”tegasnya.
Selain program cetak sawah, beberapa hal lain yang akan dilakukan untuk meningkatkan ketahanan pangan di Kotim adalah memfasilitasi pembentukan koperasi atau kelompok tani dan perikanan.
Memperkuat akses terhadap permodalan, pasar, dan teknologi. Serta meningkatkan infrastruktur pertanian seperti irigasi dan jalan akses ke lahan pertanian.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post