SAMPIT – Juru bicara Fraksi Golkar DPRD Kotim, Abdul Sahid menyampaikan, secara normatif dilihat dari sisi rencana ABPD 2025 sebagai mana disampaikan dalam Pidato Pengantar. Fraksi Golkar memandang perlu memperhatikan potensi tingkat pertumbuhan dengan kenaikan anggaraan dalam setiap masa periodesasi anggaran secara wajar.
“Proyeksi pendapatan asli daerah (PAD) misalnya, harus terukur dan realistis. Angka Rp. 336.325.621.000,- yang disampaikan harus dijelaskan dengan argumentasi sesuai dengan potensi dan kinerja daerah secara optimal,”ujarnya, Rabu 13 November 2024.
Kemudian lanjutnya, dalam hal defisit anggaran, jangan terlalu besar atau mendekati limit yg di tetapkan pemerintah pusat, Fraksi Golkar mengusulkan maksimal 2 %. Dengan defisit 2 % struktur APBD 2025 diharapkan lebih praktis dan lincah dalam memaksimalkan semua potensi yang ada.
“Kami mengingatkan Kembali, DBH Sawit perlu diperjuangkan secara lebih maksimal dengan pemerintah pusat dengan didukung data dan fakta, sehingga bisa memberikan dampak yang nyata bagi daerah,”ungkapnya.
Catatan Fraksi Golkar kata Abdul Sahid, untuk DBH Sawit Kotim, pertama kali menerima sejak November 2023 dengan nilai Rp 46 M, 2024 Kotim menerima Rp 41 M dan 2025 ini diproyeksikan Kotim akan menerima Rp 16 M.
“Kalau dilihat secara statisik ini miris, setiap tahun mengalami penurunan, padahal Kotim tercatat sebagai daerah yang memiliki HGU terbesar di Kalteng. Mohon ini dapat menjadi perhatian Pemerintah Daerah,”tegasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post