SAMPIT – Ketua DPRD kabupaten Kotawaringin Timur Rimbun berharap, pengurus Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kotim terutama yang nantinya menjadi pengurus baru agar bisa mengingatkan seluruh kepala desa di Kotim agar dalam penggunaan anggaran dana desa (ADD) untuk kesejahteraan masyarakat.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri musyawarah cabang pertama pengurus Apdesi Kotim.
“Dengan terpilihnya pengurus yang baru nanti agar bisa bersama-sama bersinergi dengan pemerintah daerah untuk menjalankan tugas dan fungsi masing-masing demi kesejahteraan masyarakat yang ada di seluruh Kotim,”ujarnya, Kamis 31 Oktober 2024.
Terutama lanjutnya, untuk memberdayakan masyarakat yang ada di desanya masing-masing. Khususnya untuk bisa melakukan pembangunan yang dirindukan oleh masyarakat selama ini.
“Namun memang kita akui dari 167 desa dan kelurahan yang ada di Kotim, ada beberapa kades yang mungkin belum menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik, untuk itu kami minta agar Kecamatan bisa melihat dan juga memantau kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di tingkat desa, baik dan dari awal tahun sampai ke akhir tahun,”ujarnya.
Dirinya juga menghimbau agar seluruh kepala desa menghindari kegiatan yang bisa menjeratnya kepada permasalahan hukum dengan cara selalu menjalankan tugas dan fungsi sesuai dengan aturan yang berlaku.
Terpisah, Ketua Panitia Muscab Apdesi Kotim Nur Firmansyah mengatakan, peserta yang hadir pada Muscab I ini dari 17 Kecamatan ada 14 dewan pengurus Kecamatan yang hadir.
“Satu Kecamatan itu diwakili oleh tiga orang, namun hak suara tetap satu. Untuk Kotim kemungkinan besar akan ada 17 suara yang akan diperebutkan. Kemudian juga ada satu dari DPD provinsi dan Muscab juga dihadiri oleh pengurus-pengurus DPC dari kabupaten lain seperti Pulang Pisau, Katingan dan Kapuas,”bebernya.
Msnurutnya, kedepan pihaknya akan melakukan edukasi kepada seluruh Kades dan aparatur pemerintahan desa untuk bisa melaksanakan pemerintahan sesuai aturan yang berlaku, sehingga ketika sudah terbentuk kepengurusan yang baru nantinya akan dilaksanakan workshop yang melibatkan aparatur pemerintahan desa sebagai peserta.
“Hari ini kita akan melakukan musyawarah terlebih dahulu kemungkinan akan ada tiga calon kandidat sebagai ketua Apdesi Kotim. Pada pleno pertama kita akan melakukan penetapan pimpinan sidang dan pada periode kedua akan bermusyawarah menentukan siapa yang akan menjadi pimpinan Apdesi,”jelasnya.
Menurut Firman, jika dalam pleno 2 sudah disepakati penunjukan pimpinan maka musyawarah akan selesai dan dilakukan penetapan pimpinan terpilih. Namun jika pada pleno 2 ada banyak calon yang muncul dan semua memiliki pendukung maka akan dilakukan pemungutan suara dengan sistem voting.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post