SAMPIT – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit, Kanwil Kemenkumham Kalimantan Tengah, menjadi tempat pembinaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dari berbagai latar belakang suku dan agama.
Untuk memastikan setiap WBP dapat menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing, Lapas Kelas IIB Sampit berkomitmen memfasilitasi berbagai kegiatan keagamaan, termasuk untuk WBP beragama Hindu.
Setiap Kamis pagi, WBP yang beragama Hindu melaksanakan ibadah rutin di ruang ibadah yang telah disediakan. Ibadah ini dipimpin oleh Penyuluh Agama Hindu dari Kementerian Agama Kabupaten Kotawaringin Timur.
Para WBP Hindu mengikuti ibadah dengan khusyuk, dibimbing oleh penyuluh agama yang memberikan arahan spiritual dan pembinaan keagamaan.
Kepala Lapas Kelas IIB Sampit, Meldy Putera, menyampaikan bahwa kerja sama dengan Kementerian Agama Kotim sangat berperan penting dalam memberikan pembinaan rohani bagi para WBP.
“Pelaksanaan ibadah ini merupakan kegiatan rutin yang diadakan setiap Kamis pagi. Kami sangat menghargai dukungan dari Penyuluh Agama Hindu yang bekerja sama dengan Kemenag Kotim,” ujar Meldy. Kamis, 31 Oktober 2024.
Meldy juga memberikan apresiasi kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kotawaringin Timur dan jajarannya yang terus mendukung program pembinaan keagamaan di Lapas Sampit. Ia berharap kegiatan ibadah rutin ini dapat membantu para WBP menyadari kesalahan yang pernah dilakukan, berupaya memperbaiki diri, serta tidak mengulangi pelanggaran hukum di masa depan.
“Dengan adanya rutinitas kegiatan keagamaan ini, kami berharap para WBP dapat mendekatkan diri pada Tuhan, membangun ketenangan batin, dan semakin mantap dalam menjalani pembinaan di Lapas,” tambah Meldy.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Sampit tidak hanya memberikan fasilitas beribadah bagi para WBP, tetapi juga berupaya mewujudkan kerukunan dan toleransi antarumat beragama di dalam lingkungan lapas. Program pembinaan keagamaan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi rehabilitasi spiritual para WBP sehingga mereka dapat kembali ke masyarakat dengan semangat baru dan sikap yang lebih baik.
(gus/matakalteng)





















Discussion about this post