SAMPIT – Setelah melalui pembahasan yang mendalam sesuai dengan agenda jadwal kegiatan DPRD kabupaten Kotawaringin Timur telah dibahas rancangan perubahan APBD Tahun Anggaran 2024, dalam rapat kerja komisi-komisi dengan mitra kerjanya masing-masing serta dilanjutkan rapat kompilasi gabungan komisi I, II, III dan IV dengan tim anggaran eksekutif.
“Yaitu untuk mengetahui lebih lanjut rencana Program kegiatan yang tertuang dalam rancangan APBD Tahun Anggaran 2024 Apakah betul-betul menyentuh kepada kepentingan masyarakat dengan berpegang kepada asas manfaat dan berkeadilan,”kata perwakilan Anggota DPRD Kotim, Abdul Kadir, Selasa 22 Oktober 2024.
Sehingga lanjutnya, pemerataan pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat di wilayah Kotim tidak hanya masyarakat perkotaan saja. Maka pihaknya menyimpulkan berdasarkan rapat kompilasi bahwa anggaran dalam rapbd perubahan Tahun Anggaran 2024 ini secara garis besar hanya untuk belanja rutin SOPD masing-masing.
“Dan hanya terjadi pergeseran-pergeseran anggaran. Jika terdapat kekurangan anggaran serta ada kegiatan baru hanya untuk memenuhi kegiatan yang sifatnya sangat prioritas dan urgent,”tegasnya.
Berdasarkan hasil rapat mitra kerja komisi komisi DPRD ada beberapa kekurangan anggaran yaitu hasil rapat kerja komisi I dengan mitra kerjanya Ada usulan penambahan anggaran sebesar Rp.1.946.624.253,- hasil rapat kerja komisi II dengan mitra kerjanya ada usulan penambahan anggaran sebesar Rp.1.500.000.000.
Hasil rapat kerja komisi III dengan mitra kerjanya ada usulan penambahan anggaran sebesar Rp. 3.336.002.507,-Hasil rapat kerja komisi IV dengan mitra kerjanya ada usulan penambahan anggaran sebesar Rp. 259.058.000,-
“Berdasarlam total Pagu rancangan perubahan APBD Tahun Anggaran 2024 yang disepakati dengan komposisi yaitu pendapatan sebesar RP. 2.428.261.420.400,- belanja sebesar RP. 2.563.382.544.786,- dan surflus atau defisit sebesar RP. 105.121.124.386,”sebutnya.
Dari struktur Perubahan tersebut masih ada kekurangan anggaran yang merupakan gambaran masih ada beberapa program kegiatan yang belum terdanai karena keterbatasan kemampuan keuangan.
Berangkat dari permasalahan tersebut agar kiranya dalam pelaksanaan program pembangunan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat untuk kedepannya pendapatan asli daerah harus terus digali dan dimaksimalkan. Karena masih banyak kegiatan-kegiatan prioritas yang belum bisa kita laksanakan karena terkendala kurangnya anggaran.
“Tentang PAD, salah satu potensi yang besar adalah dari sumber daya alam terutama di Minerba, artinya kalau memang bisa digali lagi mineral dan batubara agar bisa meningkatkan PAD serta potensi,”ungkapnya.
Tambah Kadir, dari DBH sawit yang juga mungkin perlu data pendukung agar pada 2025 DBH bisa meningkat, mengingat sempat mengalami penurunan yaitu dari Rp 46 miliar menjadi Rp 41 miliar.
Sementara itu, Wakil II Badan Musyawarah DPRD Kotim Rudianur menyayangkan pemerintah daerah yang tidak bisa mengakomodasi penambahan anggaran yang diusulkan dalam pembahasan APBD perubahan dari Komisi I, II, III dan IV sebesar Rp 33 miliar.
Hal ini mengingat realisasi PAD Pemkab Kotim yang belum mencapai target sehingga penambahan anggaran tak dapat dilakukan dalam rancangan perubahan APBD tahun anggaran 2024.
“Kami dapat memaklumi keberadaan keuangan daerah, namum kami mengingatkan bahwa PAD perlu ditingkatkan. Terutama dinas dinas yang memberikan retribusi kepada pemerintah daerah selama ini harus jelas dinas apa saja,”ujarnya.
Karena menurutnya, selama ini target tidak dapat tercapai seperti dari Dinas Perhubungan mengelola parkir namun hasilnya ia rasa masih kecil dan itu perlu evaluasi. Kedua dinas Koperasi UMKM Perdagangan dan Perindustrian yang mengelola UMKM namun belum diterangkan hasilnya.
“Selanjutnya Dinas Kesehatan saya lihat di neberapa puskesmas itu retribusi masih sedikit, apakah itu nantinya hanya untuk keperluan mereka atau masuk kepada pemerintah daerah,”ungkapnya.
Kemudian Dinas Pertanian yang mempunyai beberapa ekskavator di beberapa Kecamatan, Rudianur mempertanyakan apakah hal ini ada nilai retribusinya juga kepada pemerintah daerah.
“Lalu Dinas Pekerjaan Umum banyak sekali alat berat kita yang disewa, namun banyak juga keluhan dari kawan-kawan kontraktor berkaitan dengan sewa alat karena tidak jelas,”bebernya.
Rudianur juga menyoroti pengelolaan sampah dari Dinas Lingkungan Hidup, yang mana ja melihat ada armada yang kadangkala menderek mobil terbalik namun sampai hari ini masih banyak sampah bertumpuk. Bahkan di sekitar bandara hampir sepanjang 50 meter sampah bertumpuk.
“Itu juga harus menjadi perhatian, kemudian Dinas Perikanan terutama di Desa Sei Ijum Raya menelan anggaran cukup lumayan untuk pembangunan pabrik es dan hasilnya apa, bahkan membuat penjualan bibit ikan di Desa Bagendang, untuk meningkatkan PAD kami sarankan dibuat promosi bahwa disitu ada gerbang penjualan bibit ikan dan lain sebagainya agar masyarakat mengetahui,”ujarnya.
Ia juga menyebutkan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang dulu truk CPO ada penggecekkannya, sekarang sudah tidak. Ia meminta penjelasan karena menyangkut PAD kedepan, terutama pada November 2024 sudah mulai membahas APBD 2025.
“Dan ini mungkin akan menambah pendapatan kita, karena jika kita menggali sumber PAD tidak menuntup kemungkinan APBD Perubahan semua bisa tercover, karena selama ini jika ada penambahan anggara Rp 33 miliar saja pemerintah tidak bisa mengakomodirnya, sangat disayangkan karena pembahasan ini merupakan semangat kawan-kawan agar jerih payahnya bisa terealisasi, namun karena sekarang tidak dapat disetujui akan menjadi semu,”imbuhnya.
Padahal menurut Rudianur, kalau digabungkan untuk mitra Komisi I sampai IV, Rp 33 miliar masih sedikit. Meski sudah disampaikan ada Rp 40 miliar dari dana BLUD namun hanya bisa digunakan oleh mereka yang mengelolanya yaitu RSUD dr Murjani Sampit.
“Sayang pemerintah daerah tidak bisa menggunakannya. Artinya kalau kita kaitkan rumah sakit itu sudah tidak perlu bergantung dengan pemerintah daerah. Karena jika dihitung parkirnya saja satu tahun mencapai Rp 1 miliar, ditambah lagi BLUD, namun pelayanannya sampai saat ini masih kurang maksimal. Ini juga menjadi catatan,”tutupnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post