SAMPIT – Anggota DPRD kabupaten Kotawaringin Timur Muhammad Abadi berharap, rencana perbaikan Jalan Lingkar Selatan di Kota Sampit dapat segera terealisasi dan jangan sampai tertunda lagi dengan berbagai macam alasan dari pemerintah.
“Karena rencana perbaikan ini sudah seringkali didengar oleh masyarakat namun tidak kunjung terealisasi. Nahkan sampai dengan adanya bantuan pengurukan dari perusahaan perbaikan itu tidak kunjung juga dilakukan oleh pemerintah khususnya di tingkat provinsi,”tegasnya, Jumat 4 Oktober 2024.
Dirinya berharap ya jama ini tidak hanya janji belaka karena adanya kepentingan sekelompok orang, namun diharapkan janji dari pemerintah provinsi benar-benar ditepati karena perbaikan jalan itu sudah tertunda bertahun-tahun lamanya.
“Terutama karena Jalan ini merupakan Jalan Industri yang difungsikan bagi kendaraan sejumlah perusahaan. Yang tentunya akan sangat mempengaruhi perputaran perekonomian di daerah ini. Di samping itu, pada Jalan Lingkar Selatan juga sudah banyak permukiman warga,”ucapnya.
Sehingga dengan adanya perbaikan jalan turut membantu kesejahteraan masyarakat sekitar terutama agar dapat melintas dengan aman.
Sementara itu Belum lama ini Pemerintah Kotim menyampaikan bahwa pemerintah provinsi Kalimantan Tengah telah mengalokasikan anggaran Rp 2 miliar untuk perbaikan jalan tersebut yang dianggarkan pada APBD perubahan dalam waktu dekat.
“Perbaikan Jalan akan dilakukan secara bertahap yang mana pada 2024 ini di agregat dulu dan akan dilanjutkan pada tahun 2025 untuk rigid pavement,”kata Pjs Bupati Kotim, Shalahuddin.
Shalahuddin yang juga merupakan kepala dinas PUPR Provinsi Kalimantan Tengah ini menyampaikan bahwa setelah pengalokasian anggaran Rp 2 miliar tersebut, nantinya untuk kelanjutan akan kembali dianggarkan sebanyak Rp 10 miliar untuk peningkatan Jalan Lingkar Selatan di Kota Sampit ini.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post