SAMPIT – Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur, Yolanda Lolita menyampaikan, kedepannya Disdik akan bekerjasama dengan tim terapis okupasi dari Rumah Sakit Umum Daerah dr Murjani Sampit terkait penanganan anak disabilitas di sekolah.
“Kemarin kita sudah kedatangan terapis okupasi untuk anak-anak berkebutuhan khusus, dan mereka menawarkan kepada kita dari nilai estetika kalau mereka mempunyai program yang dapat kita gandeng,”ujarnya, Jumat 4 Oktober 2024.
Yaitu lanjutnya, dari tim ini nantinya bisa menginformasikan kepada guru-guru khususnya yang di sekolahnya terdapat peserta didik berkebutuhan khusus. Yaitu akan diberikan informasi terkait penanganan terhadap anak-anak berkebutuhan khusus ini.
“Mungkin kita kedepannya akan merancang dengan teman-teman bidang Pembinaan Sekolah Dasar (PSD) bagaimana program itu dapat kita terapkan dengan mengundang teman-teman dari terapis okupasi yang ada di rumah sakit,”ujarnya.
Namun memang lanjut Lolita, tenaga di bidang ini masih terbatas dan baru ada dua orang di rumah sakit daerah ini. Sehingga kemungkin akan dilakukan secara bertahap untuk pelaksanaa sosialisasi penanganan atau penyesuaian kurikulum pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
“Karena untuk anak-anak berkebutuhan khusus itu berbeda penanganannya dengan anak-anak yang normal biasanya, dan memang program ini program nasional yaitu sekolah inklusif. Sehingga kita tidak boleh membatasi anak-anak ini tidak boleh bersekolah di sekolah umum,”bebernya.
Tambahnya, sebenarnya setiap satuan pendidikan siap menerima anak berkebutuhan khusus hanya saja setiap satuan pendidikan khususnya yang reguler memiliki keterbatasan pengetahuan untuk penanganan anak berkebutuhan khusus ini.
“Makanya nanti akan kita lakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah khususnya yang memiliki anak berkebutuhan khusus di sekolahnya,”tutupnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post