SAMPIT – Penjabat sementara (Pjs) Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Shalahuddin menekankan pentingnya netralitas dalam Pilkada 2024. Ia menyampaikan bahwa kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara harus diutamakan di atas segalanya.
“Silahkan kita punya pilihan, tapi jangan sampai menimbulkan kerusuhan atau hal-hal yang tidak baik. Jaga netralitas, dan jangan sampai mengganggu keamanan dan ketertiban,” katanya, Jumat 4 Oktober 2024.
Ia menekankan bahwa netralitas Kades sangat penting untuk menjaga kondusivitas dan keamanan di desa. Menurutnya, jika Kades tidak netral dikhawatirkan bisa terjadi polarisasi di masyarakat. Itu akan mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban di desa.
Oleh sebab itu ia berharap agar para Kades di Kotim dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan menjaga netralitas dalam Pilkada 2024.
“Saya yakin para Kades di Kotim dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan menjaga netralitas. Mereka adalah pemimpin di desa, dan harus menjadi contoh yang baik,” imbuhnya.
Sementara Kepala Desa Jemaras, Moju Betti Suheru menegaskan komitmennya untuk menjaga netralitas dalam Pilkada.
“Sesuai dengan instruksi Pjs Bupati, kami dituntut untuk netral,” ujar Suheru. Posisi kami sebagai Kades memang harus netral sesuai dengan undang-undang,” ungkapnya.
Suheru juga menjelaskan peran penting Kades dalam mensukseskan Pilkada. Berbagai tahapan Pilkada telah dilakukan, salah satunya penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT),” ungkapnya.
“Kami menjalankan semua sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Alhamdulillah, semua berjalan lancar. Masyarakat sudah pandai, mereka akan memilih sesuai dengan yang mereka lihat dan nilai. Nanti pada saatnya, masyarakat akan memilih sesuai dengan hati nurani tanpa ada intervensi dari siapa pun,” tutupnya.
(dev/matakalteng)





















Discussion about this post