SAMPIT – Anggota Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Ardi Saputra menyampaikan, belakangan ini banyak keluhan masyarakat yang masuk ke pihaknya terkait pelayanan di rumah sakit umum daerah (RSUD) dr Murjani Sampit, terutama karena pelayanan cukup lama.
“Untuk itu kami mendorong agar pemerintah memperhatikan ketersediaan tenaga dokter spesialis di rumah sakit Murjani, karena ada banyaknya pasien tidak mampu tertangani sehingga harus langsung dirujuk ke rumah sakit lain,”ujarnya, Senin 29 Juli 2024.
Bahkan lanjutnya, berdasarkan laporan masyarakat yang pihaknya terima, layanan BPJS pun sangat lama sehingga mengakibatkan antrian panjang serta pengambilan obat yang harus memakan waktu berjam-jam.
Hal itu senada dengan yang disampaikan salah seorang pasien di rumah sakit Murjani yakni Muhammad Nasir. Ia mengatakan, pasca menjalani operasi ia merasakan betul-betul mengikuti tahapan dari awal sejak antri sampai lapor dan lainnya.
“Saya melihat ada beberapa hal yang menjadi keluhan dan masukan bahwa saya pernah datang ke sana dan ternyata kuota sudah habis dan saya terpaksa harus pulang tanpa mendapatkan pelayanan, bahkan ada juga saudara saya dari luar kota yang terpaksa tidur di bawah tangga karena tidak memungkinkan untuk pulang ke desa. Agar mendapatkan pelayanan iya subuh sudah berangkat ke rumah sakit, sehingga diharapkan selain adanya JKN online untuk memudahkan pelayanan ini juga dilakukan peningkatan pelayanan di rumah sakit,”ujarnya.
Karena ujarnya, penyakit ini tidak bisa ditebak dan bisa saja mendadak, setelah ingin berobat ke rumah sakit ternyata kuota malah sudah habis.
“Saya juga berharap ada penambahan dokter mengingat sepertinya dokter yang melayani sangat kurang melihat banyaknya pasien yang datang. Kalau untuk tempat antrian sudah memadai dan luas, namun untuk pelayanan agar dapat ditingkatkan supaya tidak ada pasien yang harus bolak balik ke rumah sakit karena tidak mendapatkan kuota pelayanan,”tegasnya.
Di apotik juga lanjut Nasir, dengan hanya dua loket diharapkan juga ditambahkan karena banyaknya pasien yang menunggu obat biasanya tidak selesai dalam satu hari, sehingga ada yang harus kembali besoknya untuk mendapatkan obat.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post