SAMPIT – Pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berjalan lancar. Bahkan capain PIN Polio di daerah itu tertinggi jika dibandingkan kabupaten lainnya yang ada di Kalimantan Tengah (Kalteng) di hari keempat sejak program dilaksanakan pada 23 Juli 2024.
“Alhamdulillah pelaksanaan PIN Polio berjalan lancar dan capaiannya bagus sekali, kita nomor satu se-Kalteng,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotim Umar Kaderi di Sampit, Senin, 29 Juli 2024.
Disampaikan, sejauh ini pelaksanaan PIN Polio di Kotim berjalan lancar. Ini berkat kerjasama semua pihak, baik tenaga kesehatan dan kader posyandu hingga pemerintah kecamatan dan desa/kelurahan. Sehingga pelaksanaan PIN Polio berjalan lancar tanpa kendala yang berarti, termasuk dalam hal komplikasi.
Disebutkannya, capaian PIN Polio putaran pertama di Kalteng per Jumat (26/7) menunjukan Kotim berada pada posisi teratas dengan capaian 83,9 persen atau 36.732 dari 43.757 sasaran untuk Kotim.
Sedangkan untuk peringkat dua diduduki oleh Kabupaten Barito Selatan dengan capaian 80,5 persen atau 9.742 dari 12.104 sasaran. Kemudian disusul Kabupaten Pulang Pisau dengan capaian 77,2 persen atau 10.875 dari 14.086 sasaran dan diteruskan kabupaten/kota lainnya.
“Maka dari itu, kami terima kasih kepada semua yang terlibat terutama pemerintah kecamatan dan desa/kelurahan atas dukungan dan bantuan dalam menyukseskan PIN Polio ini,” ucapnya.
Ditambahkan, PIN Polio merupakan upaya Pemerintah Indonesia untuk memutus rantai penularan polio dengan mencegah penyebaran virus polio demi melindungi anak-anak Indonesia. PIN Polio 2024 dibagi dalam dua tahap, pertama dilaksanakan pada Juni 2024 lalu meliputi enam provinsi yang terkonfirmasi ditemukan kasus polio maupun sekitarnya. Kemudian, tahap kedua dilaksanakan Juli 2024 meliputi 27 provinsi yang dibagi dalam dua putaran dengan jarak dua minggu.
Kalimantan Tengah termasuk Kotim berada pada tahap kedua. Kegiatan dilaksanakan di puskesmas, posyandu, sekolah dan pos-pos PIN lainnya. PIN Polio dilaksanakan dengan memberikan vaksin tetes kepada anak-anak usia 0-7 tahun. Pasalnya, penyakit ini rawan menyerang anak-anak.
“Sejauh ini Kotim dinyatakan bebas polio namun penyebaran virus tetap perlu diantisipasi mengingat Kotim merupakan daerah yang bisa diakses melalui jalur darat, laut dan udara,” tutupnya.
(dev/matakalteng)





















Discussion about this post