SAMPIT – Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Bunyamin menyebutkan, Sumber Daya Alam di Kotim sangat berlimpah dan harus dikelola sebaik mungkin, salah satunya upayanya yakni inventarisasi atau pendataan. “Setiap desa yang ada di wilayah Kotim sebaiknya bisa mendata sektor strategis yang berpotensi untuk dikembangkan terutama yang berkaitan dengan SDA,” ujarnya, Sabtu 11 Mei 2024.
Lanjutnya, pendataan potensi sektor strategis sangat penting dalam untuk meningkatkan tata kelola SDA agar bisa lebih baik dan dapat berdampak positif bagi desa baik dalam pembangunan, ekonomi maupun kemandirian. “Saya rasa potensi SDA di setiap desa di Kotim ini sangat menjanjikan, tinggal didata dan dicanangkan program pengembangannya, dengan begitu SDA yang ada bisa dikelola sebaik mungkin,” tegasnya.
Kotim tambhnya, terdiri dari 17 kecamatan, 17 kelurahan dan 168 desa. Perekonomian masyarakat desa juga perlu perhatian serius, tidak terkecuali oleh pemerintah desa sendiri. “Setiap desa di Kotim mempunyai potensi unggulan masing-masing, mulai dari hasil pertanian seperti sentra beras, buah-buahan, sayuran, sentra perikanan, kuliner, kerajinan usaha mikro kecil dan menengah, wisata dan potensi lainnya,” ungkapnya.
Saat ini menurutnya, banyak produk unggulan daerah yang bisa dikembangkan dan terus dipromosikan, diantaranya beras siam epang, durian lokal, kanas gantang, kelapa dalam, ikan jelawat dan lainnya. “Perlu pembahasan mendalam untuk menetapkan komoditas-komoditas yang layak ditetapkan sebagai produk-produk unggulan. Harapannya nantinya produk-produk tersebut akan membawa manfaat besar bagi masyarakat dan daerah,” ujar Bunyamin.
Bahkan ia membeberkan salah satu kecamatan yang ada di wilayah Selatan yakni Pulau Hanaut, hampir semua desa memiliki produk unggulan yang bisa dikembangkan, seperti Desa Rawa Sari memiliki produk beras Rawasari, lemon drink, kopi jahe dan asli, padi, sorgum, panganan carang, keripik ubi dan pengembangbiakan kambing. Desa Makarti Jaya memiliki produk unggulan keset sabut kelapa dan bunga pot meja, Desa Hanaut memiliki produk unggulan padi Hanaut, kopi khas Hanaut serta pakasam.
Desa Bapinang Hulu menghasilkan minyak kelapa murni, kopi rasa jahe, buah durian otak udang dan beras segar Bapinang. Sementara Desa Serambut memiliki produk unggulan perkebunan sengon, kelapa dalam dan hasil tangkapan udang galah, Desa Satiruk yang merupakan desa paling ujung memiliki potensi unggulan berupa kampung wisata pantai, perikanan laut, tambak bandeng dan blanak dan produksi udang papai atau ebi.
“Kemudian Desa Penyaguan dengan produk industri sagu, Desa Bapinang Hilir dengan produk kelapa dalam, pisang pulau dan ikan kering, Desa Babirah dengan produk kelapa dalam, pisang, burung punai dan gula kelapa. Desa Hantipan dengan produk kopi Hantipan, pertanian atau persawahan, kelapa dalam dan minyak kelapa murni, Desa Bapinang Hilir Laut memiliki produk unggulan pisang dan kelapa dalam, Desa Bantian dengan produk kopi merah, kelapa dalam dan minyak kelapa murni,” ungkapnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post