SAMPIT – Pasangan petahana Halikinnor dan Irawati akhirnya memberi ketegasan bahwa mereka akan kembali berpasangan maju sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Kotawaringin Timur pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 27 November 2024 mendatang.
Keduanya mendaftar di PDI Perjuangan sebagai pasangan kandidat Pilkada. Dan keduanya juga berkomitmen jika terpilih kembali akan melanjutkan pembangunan pada masa pemerintahannya di HARATI Jilid 1, khususnya untuk mengatasi persoalan banjir di Kota Sampit yang semakin parah.
“Sebelumnya untuk mengatasi banjir kita sudah melakukan pengerukan sungai dari endapan lumpur dan sampah menggunakan eksavator amfibi hasil pengadaan. Namun kendala saat ini dihadapi berada di muara Sungai. Banyak bangunan warga di muara menjorok ke sungai menyebabkan pendangkalan,” ujar Bupati Kotim saat ini Halikinnor, Sabtu 11 Mei 2024.
Sehingga ujarnya, bangunan tersebut pun menghambat manuver ekskavator yang mampu berjalan di atas air dan daratan itu. Secara hukum, bangunan tersebut memang melanggar peraturan Permen PUPR Nomor 28 Tahun 2015 tentang penetapan garis sempadan sungai dan garis sempadan danau. Namun ia juga memikirkan dampak sosial yang terjadi jika bangunan tersebut dibongkar begitu saja.
“Makannya jika HARATI Jilid 2 menjabat lagi, khususnya tahun 2025 kita akan menganggarkan tali asih. Karena mereka warga kita, secara kemanusiaan kita tidak tega, harus ada tali asih agar mereka secara sukarela membongkarnya,” ujarnya.
Namun Halikinnor juga mengakui, upaya pembersihan drainase primer, sekunder dan tersier tersebut tidak lanta menuntaskan banjir di Sampit. Pasalnya secara geografis daratan Kotim lebih rendah dari permukaan laut. Sehingga jika terjadi pasang dan hujan secara bersamaan, banjir tak dapat dihindari.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post