SAMPIT – Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotum) M Abadi mengingatkan, branding Kotim Bersinar harus menjadi komitmen pemerintah setemlat dalam memberantas narkoba di wilayah ini. Sehingga branding itu tidak hanya isapan jempol saja.
“Peredaran Narkotika khususnya di Kotim ini kian hebat hingga dapat dikategorikan menjadi sebuah bencana. Dikatakan bencana karena memang peredarannya meningkat setiap tahun dan angka kematian akibat Narkotika juga mengalami peningkatan,” ungkapnya, Sabtu 27 April 2024. Penggunanya pun menurutnya tidak sedikit, dari kalangan dewasa lapisan atas hingga masyarakat lapisan bawah.
“Selain melakukan branding perlu juga upaya nyata dari pemerintah, mungkin di bidang pencegahan di instansi pemerintah bisa dilakukan Pembentukan kader anti narkoba dilingkungan sekolah, instansi pemerintah dan instansi swasta. Kader anti narkoba tersebut terdiri dari instansi pemerintah dan lingkungan sekolah,” ujarnya.
Atau lanjutnya, dibidang pemberdayaan dilakukan sosialisasi program lingkungan bebas narkoba di lingkungan pendidikan, lingkungan kerja, dan di lingkungan masyarakat, dan realisasi yang dicapai pada lingkungan, dan pada lingkungan kerja bebas narkotika, kegiatan pemberdayaan terdiri dari kegiatan sosialisasi program lingkungan sekolah.
Sebelumnya, Wakil Bupati Kotim Irawati bersama Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Joko Setiono, meresmikan Branding Kotim Bersinar di Pintu Gerbang Nur Mentaya Stadion 29 November, Jalan Tjilik Riwut, Sampit, pada Rabu 24 April 2024.
”Dengan adanya branding ini dapat menjadi penanda semangat bagi kita semua dalam mewujudkan Kotim yang bersih dari segala bentuk penyalahgunaan narkoba,” kata Irawati yang juga Kepala BNK Kotim. Dia menuturkan, branding ini juga merupakan salah satu bentuk sinergitas antara BNN Provinsi Kalteng dan Pemerintah Kabupaten Kotim dalam memerangi penyalahgunaan narkoba.
”Kami bersyukur dengan adanya branding ini masyarakat bisa membaca, sehingga diharapkan Kotim Bersinar bisa memberikan edukasi, pemikiran kepada masyarakat yang melintas. Intinya, Kotim ini harus bersih dari narkoba,” tuturnya.
Harapan Irawati, melalui branding yang terpasang di Pintu Gerbang Nur Mentaya Stadion 29 November itu paling tidak bisa memberikan edukasi kepada masyarakat apabila di lingkungannya ada yang melakukan kegiatan mencurigakan dalam hal pemakaian atau pengedaran narkoba, agar dilaporkan kepada pihak yang berwajib.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post