SAMPIT – Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Riskon Fabiansyah mengapresiasi rencana pemerintah untuk melaksanakan lomba bedug pada bulan Ramadan 2024 ini. Menurutnya lomba bedug harus dilestarikan agar setiap generasi ada penerusnya.
“Perlunya digelar Festival atau Lomba Bedug setiap tahun, agar kebudayaan yang baik ini tidak punah pada generasi milenial. Minimal, menjadi tahu lafaz dan harakat yang benar saat shalawat dan takbir hingga teknik memukul bedug agar sesuai dengan irama yang diinginkan,” ucapnya, Sabtu 30 Maret 2024.
Menurutnya, dari kegiatan ini intinya bagaimana menunjukan kecintaan diri dalam menyemarakkan Ramadan serta pemenang akan menjadi panutan yang memotivasi tim lainnya. Diharapkannya kualitas setiap tim semakin meningkat dalam Festival Bedug di tahun berikutnya.
“Kegiatan ini selain sebagai upaya melestarikan kebudayaan daerah, juga wadah untuk membangun silaturahmi antar masyarakat dan agar masyarakat tahu lomba ini bisa menjadi salah satu icon di Kotim,” tegasnya. Diketahui, Pemerintah Kotim melalui Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kotim akan menggelar beberapa kegiatan dalam menyambut datangnya Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1445 Hijriah.
Ketua PHBI Kotim, Sutimin mengatakan, PHBI menggelar beberapa kegiatan yakni
Pawai Malam Takbiran Hari Raya Idulfitri, Lomba Tabuh Bedug Kontemporer dan Salat Idulfitri. Lomba Tabuh Bedug Kontemporer rencananya dilaksanakan di Taman Kota Sampit pada malam Hari Raya Idulfitri, dilanjutkan dengan Pawai Takbiran Keliling.
“Karena Pak Bupati yang akan membuka Lomba Tabuh Bedug, lanjut melepas Pawai Takbiran, pada malam Idulfitri. Untuk start dan finish pawai takbir keliling di Taman Kota,” terangnya. Sedangkan untuk pelaksanaan salat Idulfitri akan digelar di Masjid Agung Wahyu Al Hadi, Komplek Islamic Center Jalan Sudirman km 3,5 Sampit. Teknis Lomba Tabuh Bedug Kontemporer akan disampaikan secara resmi melalui surat edaran.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post