PALANGKA RAYA – Merayakan Paskah bukan sekadar perayaan bagi umat Kristiani. Bertepatan dengan momen tersebut, banyak orang yang melakukan ziarah ke pemakaman keluarga untuk menghormati dan mengenang para pahlawan yang telah berpulang.
Di Kota Palangka Raya, aktivitas tersebut menjadi tradisi yang dilakukan tiap tahunnya. Namun, di balik momen tersebut, ada hal menarik seperti adanya anak-anak yang menawarkan jasa untuk membersihkan makam.
Salah satunya sekelompok anak muda menawarkan jasa mereka untuk membersihkan pusara para pahlawan di TPU Kristen Jalan Tjilik Riwut Km 2,5. Mereka rela bekerja dengan bermodalkan sapu, air sabun, dan kain lap, tak peduli dengan debu maupun kotoran yang menempel pada pusara.
“Kami menawarkan jasa membersihkan makam. Kebetulan sekolah sedang libur pak,” tutur Inah, salah satu anak yang tengah membersihkan makam yang diminta peziarah, Sabtu 30 Maret 2024.
Menariknya, usaha yang dilakukan oleh para anak muda ini bukan semata mencari uang atau mengambil keuntungan dari momen yang ada. Sebaliknya, mereka melakukan hal tersebut karena di waktu tersebut mereka sedang libur sekolah.
Meski demikian, jasa yang mereka tawarkan relatif murah untuk membersihkan satu makam. Hanya dengan nominal Rp 15 ribu saja, para peziarah bisa mendapatkan layanan tersebut. Bahkan, tidak jarang uang jasa yang diterima para remaja lebih dari tarif yang seharusnya.
Meski begitu tidak semua peziarah menggunakan jasa yang mereka tawarkan. Beberapa di antaranya ada yang memilih membersihkan makam sanak keluarganya sendiri sehingga tampilan pusara lebih personal dan memiliki kisah tersendiri.

Terpisah, Sari salah satu pedagang bunga yang telah berjualan di lokasi ini selama bertahun-tahun, menyampaikan bahwa kebutuhan ziarah seperti bunga dan lilin cukup laris terjual. “Iya, untuk keperluan ziarah seperti bunga, lilin dan pernak-pernik cukup laris dibeli peziarah,” ungkap Sari.
Dijelaskan pula bahwa jenis bunga yang dijual sangat bervariasi, mulai dari bunga hidup hingga bunga hias. Demikian pula dengan media ziarah seperti lilin, tersedia dalam berbagai ukuran yang menyesuaikan dengan kebutuhan. Harga yang ditawarkan juga bervariasi, dimulai dari Rp 20 ribu hingga Rp 100 ribu untuk bunga, dan dari Rp 5 ribu hingga Rp 60 ribu untuk lilin.
Bagi para pedagang musiman di Palangka Raya, menjajakan dagangan mereka di sekitar TPU Kristen pada saat perayaan Paskah sudah menjadi rutinitas. Mereka mengandalkan momen-momen tersebut sebagai sumber penghasilan tambahan.
Dan inilah yang terjadi ketika pelayat mulai datang: area TPU menjadi semarak, ramai, serba heboh dengan suasana yang kadang haru. Pedagang-pedagang mulai sibuk menawarkan dagangannya dan mempersilahkan para peziarah yang ingin membeli.
Setiap tahunnya, kisah mengenai kemeriahannya TPU Kristen pada perayaan Paskah selalu menjadi sorotan. Bukan hanya karena kompleksitas moment yang tersisa, melainkan juga karena sebuah praktik jualan yang terus-menerus berlangsung di sana.
Bagi para peziarah, ritus dan moment religius memiliki nilai yang tak terkira, sementara bagi para penjual bunga dan lilin, kemeriahan ini membawa berkah yang cukup lumayan. Bagaimanapun juga, kehadiran mereka memberikan warna tersendiri bagi TPU tersebut.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post