SAMPIT – Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Mariani mendesak pemerintah setempat, untuk melakukan perbaikan jalan penghubung antara Desa Kandan dan Camba yang ada di Kecamatan Kota Besi.
Pasalnya jalan itu mengalami kerusakan parah bahkan sulit untuk dilalui. Terutama pada saat musim hujan seperti sekarang ini, warga yang melintas kerap kali mengalami amblas atau bahkan tidak bisa dilewati sama sekali lantaran lumpur yang bisa menjebak kendaraan melintas.
“Ini sudah beberapa kali juga disampaikan saat reses dan kami sudah rekomendasikan kepada pemerintah. Kita harap dapat ditindaklanjuti, karena mempengaruhi mobilitas masyarakat setempat terutama untuk memgangkut hasil alam di wilayah itu. Bahkan Bupati Kotim sendiri sempat merasakan kerusakan jalan sewaktu mau berkunjung, dan terpaksa melalui jalur air,” ujarnya, Rabu, 13 Maret 2024.
Sementara itu warga setempat khususnya dari Desa Camba juga mengatakan hal demikian. Karena menurut mereka jalan itu tidak hanya penghubung dua desa, namun ada beberapa desa lainnya lagi.
“Kami harap jalan ini di tingkatkan atau di aspal, karena sudah banyak warga disini. Bahkan jalan dari Lingkar Utara menuju Desa Camba saja sudah di aspal, padahal belum ada penduduk atau permukiman disana, maka kami harap yang melewati beberapa desa ini juga diperhatikan,” ucap warga setempat, Tasman.
Dirinya juga menyebutkan, jalan tersebut sangat penting lantaran akses satu-satunya Desa Kandan, Camba, Simpur, Soren, dan Palangan ke Kecamatan Kotabesi. Jika jalan itu rusak parah, warga terpaksa melewati jalur air.
Diketahui, saat ini Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kotim sudah menyiapkan anggaran Rp12miliar untuk rekonstruksi Jalan Simpang Kandan yang menghubungkan sejumlah desa dengan pusat Kecamatan Kota Besi itu. Rusaknya ruas itu dikeluhkan warga bertahun-tahun.
“Sebelumnya kita terkendala anggaran, nah tahun ini sudah ada anggarannya. Kita optimis bisa terlaksana di 2024. Estimasi panjang jalan yang direkonstruksi dengan anggaran tersebut 2,4 kilometer, tetapi itu masih prakiraan, realisasinya kemungkinan berbeda berdasarkan dinamika lapangan,”jelas Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kotim, Mentana.
Dibeberkannya juga, bahkan sekarang ini pihaknya sedang menyiapkan dokumen lelang untuk pelaksanaan perbaikan jalan tersebut.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post