SAMPIT – Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Riskon Fabiansyah meminta pemerintah, agar dapat memperhatikan sejumlah sekolah yang terdampak banjir di wilayah Kotim. Karena meski banjir sudah berangsur-angsur surut, menurutnya bisa jadi ada fasilitas sekolah yang rusak akibat sempat terendam banjir.
“Kepala Sekolah bisa diinstruksikan memberikan laporan dan mengingatkan guru maupun peserta didik (pelajar) agar mengedepankan keselamatan, jika lingkungan sekolahnya terdampak banjir,” ujarnya, Rabu 13 Maret 2024.
Disebutkannya, banjir di Kotim terjadi sejak sebulan terakhir, melanda 25 desa di enam kecamatan yang terjadi secara bergantian. Bencana ini membuat 1.133 kepala keluarga dengan 1.842 jiwa terdampak.
“Dengan banyaknya desa yang terendam banjir itu, sudah dipastikan ada sekolah bahkan fasilitas kesehatan yang terdampak banjir sehingga mempengaruhi pelayanan. Bahkan ada yang harus diliburkan karena sekolahnya banjir,” ucapnya.
Diketahui, Desa Hanjalipan di Kecamatan Kota Besi merupakan desa terakhir yang saat ini masih dilanda banjir. Namun saat ini banjir di desa yang terletak di bantaran sungai tersebut berangsur surut. Banjir di Desa Hanjalipan menyebabkan 460 kepala keluarga dengan 1.742 jiwa menjadi terdampak. Sebanyak 17 kepala keluarga dengan 61 jiwa bahkan terpaksa mengungsi karena rumah mereka terendam sangat parah.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kotim, M Irfansyah menyampaikan, sekolah yang mengalami banjir tidak harus melaksanakan pembelajaran tatap muka, melainkan bisa disiasati dengan pembelajaran jarak jauh.
“Seperti SDN 3 Sawahan yang belum lama ini sempat mengalami banjir, mereka sempat melaksanakan belajar dari rumah, dan setelah suruh kembali masuk ke sekolah. Beberapa sekolah yang terendam banjir memang aktivitas belajar mengajar mereka tidak di sekolah tetapi mereka sudah pengalaman dengan waktu pandemi covid-19, sehingga mereka bisa memanfaatkan jaringan internet,” ungkapnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post