SAMPIT – Jajaran DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat, untuk terus berkomitmen dalam upaya menurunkan angka stunting. Langkah tersebut, baik melalui gerakan sosialisasi dan edukasi dengan lebih menekankan kepada pencegahan pernikahan dini, edukasi ibu hamil serta menyusui.
Selain itu, memaksimalkan edukasi terhadap masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi dan peningkatan kesejahteraan bagi keluarga.
“Tentu kita meyakini, pemerintah kabupaten akan menjalankan prinsip dan komitmen bersama dalam membuat gerakan-gerakan serta kegiatan penurunan stunting,” ujar Anggota DPRD Kotim, Riskon Fabiansyah, Kamis, 29 Februari 2024.
Menurutnya, upaya percepatan penurunan stunting oleh Pemerintah Kotim, dimaksudkan guna mencapai target prevalensi 14 persen pada tahun 2024. Namun demikian, untuk mencapai hal tersebut diperlukan kerjasama dan sinergitas yang serius dari setiap elemen pemerintah, masyarakat, dan stakeholder terkait.
“Sejauh ini guna mencapai hasil dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kotim, kami melihat pemerintah telah melakukan berbagai gerakan sosialisasi dan edukasi ke masyarakat, ini harus konsisten dilakukan,” ungkapnya.
Dirinya pun mendorong kepada masyarakat, agar lebih meningkatkan kesadaran melakukan pengecekan kehamilan maupun pengukuran terhadap bayi, agar dapat dimonitor dan ditangani secara baik.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post