SAMPIT – DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur menilai kondisi banjir yang kerap kali terjadi belakangan ini di sejumlah daerah di Kotim bisa mengancam usaha pertanian masyarakat. Sehingga perekonomian masyarakat juga akan terdampak.
“Dalam masa kunjungan reses ada beberapa permasalahan yang terpantau yaitu sering terjadinya banjir di RT kosong dua sampai RT kosong empat jalan usaha tani desa Jemaras Kecamatan Cempaga,” kata Anggota DPRD Kotim, Memey Wulandari, Rabu, 24 Januari 2024.
Hal ini dikarenakan curah hujan yang tinggi pada akhir akhir ini, oleh karena itu perlu adanya pembuatan parit yang dilakukan oleh pemerintah untuk membantu masyarakat khususnya para petani di daerah itu.
“Mengingat banyak masyarakat yang perekonomian nya bertumpu pada usaha pertanian, sehingga dirasa perlu menjadi prioritas oleh pemerintah untuk memperhatikan haha apa saja yang menjadi penunjang kesuksesan di sektor ini,” tegasnya.
Selain itu lanjutnya, perbaikan jalan jalan rusak yang menjadi kendala akses masyarakat, juga harus diperhatikan. Salah satu contohnya yaitu jalan dari Cempaka peningkatan jalan.
“Karena sudah kita ketahui bersama sejak dulu bahwa kelancaran akses jalan menjadi faktor utama peningkatan perekonomian masyarakat serta kesejahteraan masyarakat setempat agar masyarakat bisa terbebas dari daerah yang terisolasi,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post