SAMPIT – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotawaringin Timur (Kotim) meminta, agar program pembangunan jalan tidak terputus-putus dalam satu kawasan. Sehingga pembangunan bisa lebih optimal dan masuk dalam satu anggaran.
“Dari pembahasan APBD kita sudah mendapatkan kesimpulan, yang pertama agar semua yang sudah di anggarkan harus selesai dilaksanakan pada tahun anggaran, jangan sampai ada yang tertinggal,” ucap Ketua DPRD Kotim, Rinie Anderson, Selasa 8 Agustus 2023.
Sesuai usulan dari para anggota DPRD Kotim, program kegiatan seperti pembangunan jalan, harus ditetapkan panjangnya.
“Contoh jalan 300 meter, untuk 100 sampai 200 tidak ada programnya, kemudian 200 ke 300 ada, ini diharapkan diperbaiki. Jangan berputus-putus pembangunannya, sehingga terkesan menghindari proses lelang. Karena pada suatu jalur itu tidak boleh ada pemotongan, harus tetap panjangnya,” tegasnya.
Selain itu ujarnya, kendala dari pelaksanaan pembangunan selama ini diharapkan dapat segera dicarikan solusinya bersama forum koordinasi pemerintah daerah agar pembangunan tidak terlambat sehingga mengakibatkan munculnya silpa.
“Biasanya akibat pembangunan yang terlambat ini, akhirnya di akhir tahun anggaran tidak selesai. Ada juga yang bahkan tidak sempat dilaksankan, yang mengakibatkan adanya dana tertahan atau dana yang tidak bisa digunakan karena habis masa anggarannya, akhirnya menjadi silpa dan harus dikembalikan anggarannya. Ini sangat disayangkan, harusnya bisa kita maksimalkan untuk pembangunan sektor lain kalau misalnya di satu sektor tidak bisa dilaksanakan,” pungkasnya.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post