SAMPIT – Fraksi Partai Golkar DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) mengkritik struktur rancangan APBD Kotim Tahun 2022. Mereka menganggap asumsi yang ditentukan saat ini cenderung menurun dibanding APBD tahun 2021. Sementara sama-sama berada di masa pandemi Covid-19
“Dilihat dari sisi rencana usulan RABPD 2022 sebagaimana disampaikan dalam Pidato Pengantar Bupati Kotim yang lalu, Fraksi Golkar menilai terjadi penurunan yang cukup signifikan dibandingkan dengan tahun 2021,” kata Riskon Fabiansyah selaku Anggota Fraksi Partai Golkar, Rabu 17 November 2021.
Bahkan Riskon menyebutkan, rincian anggaran tersebut, dari Pendapatan Sebesar Rp. 1.472.671.934.600, terdiri dari, Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp. 247.214.693.00, Pendapatan Transfer sebesar Rp. 1.150.352.832.00. Sedangkan untuk tahun 2021 yang lalu usulan APBD sebesar Rp. 1.785.622.866.300, terdiri dari Pendapatan Asli Daerah Rp.276.725.263.000, Pendapatan Transfer Rp. 1.439.356.483.300,-. “Fraksi Golkar menilai angka usulan ini cenderung pesimistik dari sudut target perencanaan. Dan setiap tahun kita memiliki tradisi peningkatan, justru yang terjadi tahun 2022 ini malah menurun,” tegasnya.
Menurutnya, pihaknya memandang pemerintah daerah harus bekerja yang lebih keras lagi. Kalaupun kita menyadari bahwa dampak pandemic sampai saat ini terus kita rasakan. Namun demikian jangan hanya karena pandemic menjadi alasan hilangnya gagasan dan inovasi pembangun. “Justru ini menjadi tantangan terbesar bagi kita semua bagaimana kita lebih kreatif dan inovatif lagi dalam menyelenggarakan program pembangunan untuk keluar dari masalah ini,” ujar Riskon.
Sejak lama Fraksi Golkar mendengungkan, untuk menggeser paradigma dalam menyelenggarakan pembangunan. Dari pendekatan yang bersifat programatik dengan mengandalkan anggaran semata, ke arah pembangunan dengan pendekatan gerakan dan kebersamaan untuk semua pihak dapat terlibat. Tepatnya ada tiga pendekatan, yaitu partisipasi publik, fasilitasi aspirasi dan buat regulasi yang memberikan ruang komponen penggerak pembangunan tersebut dapat berpartisipasi dalam pembangunan serta terfasilitasi aspirasinya. Sehingga semua komponen pembangunan dapat bergerak dengan semuanya. Tidak semata-mata pemerintah. “Karena berapapun besar anggaran, pasti tidak akan pernah cukup, namun dengan tiga pendekatan tersebut, Fraksi Golkar berkeyakinan akan mampu mendorong proses pembangunan ini lebih cepat.”pungkasnya.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post