SAMPIT – Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Syahbana mengatakan, saat ini masih ada Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) yang serapan anggarannya masih rendah.
Padahal ujarnya, saat ini sudah hampir menjelang tahun baru atau pergantian tahun yang artinya dana anggaran akan tutup buku. “Untuk itu saya mengingatkan kepada tim anggaran eksekutif, agar SOPD yang masih minim serapan anggaran, harus dievaluasi pagu anggarannya,” kata Syahbana, Senin 8 November 2021.
Hasil evaluasi itu nantinya akan menjadi bahan pertimbangan dalam mengalokasikan anggaran sesuai pagu indikatif dalam APBD 2022. Sehingga perlu diketahui SOPD mana yang serapan anggarannya masih minim hingga di menjelang tahun anggaran berakhir ini. “SOPD yang belum optimal dalam membelanjakan anggarannya maka anggaran yang dialokasikan harus lebih kecil dibanding sebelumnya. Lebih baik anggaran itu diarahkan untuk SOPD yang capaian belanja sesuai dengan proyeksi pemerintah,” tegasnya.
Karena lanjutnya, masih banyak sektor lain yang membutuhkan anggaran, apalagi pada hakikatnya pemerintah memang banyak kekurangan anggaran untuk pembiayaan pembangunan. “Disaat kita kekurangan anggaran, sangat disayangkan ada SOPD yang justru tidak bisa membelanjakan anggarannya akhirnya menjadi Silpa dan anggaran itu jadi tidak produktif,” ujarnya.
Sebagai informasi, pelaksanaan APBD pada triwulan I dan II mengalami keterlambatan realisasi anggaran, karena adanya refocusing dan rasionalisasi anggaran pada semua perangkat daerah, baik kegiatan fisik dan nonfisik. Pada triwulan III, realisasi belanja sebesar 47,94 persen, sehingga realisasi belanja tersebut belum mencapai 85 persen seperti yang ditargetkan. Demikian juga dari sisi pendapatan yang baru terealisasi sebesar 63,15 persen, masih dibawah target pendapatan pada triwulan III yaitu sebesar 86,00 persen.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post