SAMPIT – Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotawaringin Timur (Kotim) Hairis Salamad mengatakan, pokok pikiran (pokir) sangat penting dalam hal untuk menjaring aspirasi masyarakat.
Belum lama ini pihaknya melakukan pertemuan dengan Bupati Kotim Halikinnor. Dimana menurutnya Bupati Kotim juga memahami bahwa program-program yang diusulkan DPRD melalui pokir itu penting karena merupakan usulan masyarakat. “Makanya dinas-dinas juga harus memahami ini,” ujar Hairis Salamad, Senin 8 November 2021.
Pihaknya sudah melaksanakan rapat Badan Musyawarah yang juga dihadiri tim dari eksekutif untuk menetapkan jadwal DPRD selama satu bulan kedepan guna membahas pokir maupun APBD 2022. “Dalam pembahasan APBD 2022 nanti akan dibahas program-program yang diusulkan dan dimasukkan dalam perencanaan pembangunan,” terangnya.
Menurut Hairis, tahun 2020 dan 2021 banyak program dari pokir usulan DPRD dibidang pendidikan, infrastruktur, kesejahteraan rakyat dan lainnya, ikut dipangkas akibat refocusing anggaran. Sayangnya, hal itu tidak dikoordinasikan dengan DPRD sehingga menimbulkan kekecewaan bagi anggota dewan dan masyarakat karena sudah berharap program tersebut akan dilaksanakan. “Untuk itu kami berharap kejadian serupa tidak terulang, DPRD mengusulkan dilakukan rapat bersama nantinya untuk memastikan program-program pokir mana saja yang pasti bisa diakomodir dan mana yang terpaksa ditunda,” tegasnya.
Dijelaskannya, program tersebut merupakan usulan riil berasal dari masyarakat yang selama ini belum diakomodir eksekutif melalui musyawarah perencanaan pembangunan, sehingga masyarakat minta DPRD memperjuangkannya. “Program pokok pikiran itu hasil aspirasi masyarakat yang disampaikan kepada kami saat reses. Jangan cuma program eksekutif yang dilaksanakan, tetapi juga program aspirasi masyarakat yang disampaikan kepada DPRD,” tandasnya.
(dia/matakalteng.com)







