SAMPIT – Ketua DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Rinie Anderson mendorong agar penanganan korban terdampak banjir harus dilakukan secara cepat dan komprehensif.
Dirinya mengaku prihatin dengan kondisi banjir yang menerjang sejumlah fasilitas pemerintah dan penduduk di sejumlah kecamatan di daerah pemilihan lima.
“Harus secepatnya dibantu terutama untuk mereka yang rumahnya terendam, bantuan logistik harus sesegera mungkin dikirim,” kata Rinie, Rabu 25 Agustus 2021.
Bahkan, Rinie secara pribadi akan mengirimkan bantuan beras kepada warga yang terdampak. Namun beras yang dikirim tersebut akan disalurkan bersamaan dengan bantuan lainnya.
Dikatakan Rinie, rencananya akan ada pihak ketiga yang akan membantu. Menurutnya dalam momentum inilah sangat diperlukan semangat kebersamaan dan kepedulian baik dari pihak swasta dan dunia usaha.
“Kami mendorong agar bantuan-bantuan dari pihak swasta khususnya dunia usaha yang ada disekitar lokasi yang terendam banjir bisa menyalurkan bantuan dengan baik dan merata,” tegasnya.
Rinie mengaku baru saja berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Sejumlah petinggi dari esekutif juga akan melakukan peninjauan langsung ke lokasi tersebut sekaligus membawa bantuan logistik yang diperlukan warga terdampak.
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim M Yusup melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik Yephi Hartadi mengatakan, hujan deras yang melanda Kotim hampir sepekan terakhir, membuat debit air Sungai Kuayan meningkat.
”Di beberapa wilayah bahkan masih turun hujan,” ujarnya.
Akibat banjir tersebut, informasi sementara, sebanyak 332 kepala keluarga (KK) di Kecamatan Bukit Santuai dan 420 KK di Kecamatan Antang Kalang turut terdampak.
Yephi menuturkan, pendataan korban banjir sangat diperlukan untuk penyaluran bantuan. Dengan data tersebut, nantinya diharapkan tidak ada warga yang tidak terdata sebagai penerima bantuan.
“Jika datanya sudah lengkap, penyaluran bisa cepat dilakukan,” ucapnya.
Akan tetapi, lanjutnya, jika data yang dilaporkan bertahap, penyaluran pada warga yang terdampak banjir pun memerlukan waktu. Sementara itu, debit air dari wilayah dataran tinggi sudah mulai turun ke wilayah Kecamatan Mentaya Hulu. Sebagai langkah penanganan, BPBD menurunkan tim ke Kuala Kuayan.
(dia/hab/matakalteng.com)






















Discussion about this post